Peluang Chelsea Menjadi Juara Besar tapi Potensi Tergelincir Tidak Kecil

foto: istimewa
chelseas
metro.co.uk/ilustrasi

INFONAWACITA.COM – Ujian Chelsea akan datag dari White Hart Lane saat dijamu Tottenham Hotspurs Rabu (5/1) lusa. Posisi Spurs diuntungkan karena klub-klub di Premier League sangat berharap rentetan 13 kemenangan spurs dapat dihentikan. Bagi Chelsea sendiri meski berusaha fokus pada pertandingan dan menang, gencarnya pemberitaan bahwa dengan satu kemenangan lagi, The Blues telah menyamai rekor yang dimiliki Arsenal, yakni 14 kemenangan secara beruntun bisa sangat mengganggu konsentrasi.

Serangan informasi melalui media ini jelas akan sangat mengganggu fokus dari para pemain Chelsea, dan itu yang tidak diharapkan oleh sang pelatih Antonio Conte yang sejak awal selalu menolak timnya difavoritkan juara. Conte selama ini menekankan agar pemainnya lebih fokus ke pertandingan demi pertandingan, dilarang memikirkan catatan rekor apalagi posisi juara.

Persaingan merebut gelar Premier League masih menyisakan setengah musim. Namun bursa taruhan sudah mulai mengarahkan pendulum ke Stamford Bridge yang menjadi markas kebanggan John Terry dan kawan-kawan di bawah bendera Chelsea FC.

Bahkan pelatih rival Chelsea dari Gudang Peluru Arsene Wenger pun sudah mulai merasa bahwa trofi Premier League bakal kembali ke kerajaan Roman Abramovich si “Kaisar” The Blues. “Pada saat ini, Chelsea adalah tim yang sangat difavoritkan untuk menjuarai Premier League. Manajer mereka telah membuat perbedaan yang cukup besar, namun mereka masih bisa menelan kekalahan seperti yang sering kami katakan di Inggris,” ujar Wenger.

“Sekarang ini bisa dibilang Chelsea adalah tim yang sangat difavoritkan menjuarai Premier League. Manajer mereka telah membuat perbedaan yang cukup besar, namun mereka masih bisa menelan kekalahan,” ujar Wenger.

Kata-kata terakhir Wenger inilah yang sering memorakporandakan konsentrasi sebuah tim di Liga Inggris. Liga yang paling panas di dunia ini memang selalu menyajikan berbagai kejutan hingga akhir musim. Analisa statistik bisa saja memihak kepada Chelsea sebagai kandidat juara namun fakta di lapangan sering berbicara sebaliknya.

Perhitungan lain yang menggiring opini bahwa Chelsea bakal menjadi juara adalah keberhasilan menjaga jarak hingga tengah musim (juara paruh musim) 2016/2017. Raihan 49 poin dari 19 laga menjadi bukti konsistensi Chelsea yang dibuntuti Liverpool dengan 43 poin di peringkat ke-2.

Bagi Chelsea raihan paruh musim ini sudah menjadi catatan rekor klub, 13 kali laga dengan kemenangan beruntun. El-Che mmbutuhkan 2 kemeangan lagi untuk mengubur rekor milik Arsenal yang membukukan kemenangan beruntun sebanyak 14 kali.

Mempertahankan performa bukan pekerjaan mudah bagi sebuah klub. Chelsea musim lalu terpuruk di papan tengah padahal musim sebelumnya dia adalah Sang Juara. Kutukan musim ketiga Jose Mourinho sang manajer seolah menjadi tahayul yang nyata, dan akhirnya si Spesial One harus hengkang dari Samford Bridge digantikan Guss Hiddink sebagai pelatih sementara.

Musim surut juga dialami pasukan Claudio Ranieri, Leicester City yang terseok-seok di papan tengah klasemen. Padahal Leicester adalah juara musim 2015/2016. Personel dan pelatih sebenarnya tidak banyak berubah tetapi prestasi terseok-seok. Penyebabnya adalah menurunya fokus dan yang pasti tim lain berbenah lebih baik. Bukan hal yang aneh bahwa ketika sebuah tim menjadi juara maka akan dijadikan riset tim lain untuk menemukan kelemahan dan cara menjinakkannya. Dengan kata lain tidak ada juara abadi di lapangan bola.

Dengan demikian boleh dibilang masih terlalu dini membuka tabir singgasana juara bagi Chelsea, karena masih ada laga-laga berat yang harus dlalui. Tim rival pun dipastikan tidak kenal lelah mencari celah kelemahan Chelsea dengan cara apapun.

Kita tentu ingat di era 90-an ada AC Milan yang saat itu sangat populer dengan sebutan The Dream Team. Waktu itu Milan menjadi klub dengan pemain yang komplet di semua lini. Banyak orang melihat tim ini bakal sulit dikalahan dalam waktu lama. Tetapi performa mereka tetap tidak bisa bertahan, dan sekarang Milan belum mampu recovery. (PSD)