Pelaksanaan Program BBM Satu Harga di Kabupaten Nduga Lancar

foto: istimewa

INFONAWACITA.COM – Meskipun distribusi bahan bakar minyak (BBM) belum merata karena baru ada satu lembaga penyalur, namun pelaksanaan program BBM Satu Harga di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, berjalan relatif lancar dan mampu mendorong penurunan harga komoditas lain.

Mantan Bupati Nduga, Yeirus Gwijangge, di Jayapura, Selasa (10/1) menyampaikan hal tersebut. “Program BBM Satu Harga di Nduga berhasil. Sekarang kita penyalur (APMS) sudah ada dan pelayanannya lancar. Namun memang, dengan 32 distrik di Nduga, distribusi BBM belum merata, karena baru ada satu lembaga penyalur. Sehingga untuk daerah-daerah tertentu harganya masih belum dapat dikendalikan,” terang Yeirus.

Yeirus mencontohkan, satu drum (200 liter) kalau beli di Batas Batu, harganya Rp 2 juta. Namun, di distrik lain harga bervariasi mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Yerius mengklaim kini harga BBM bersubsidi di Nduga sudah lebih terkontrol karena adanya subsidi angkutan dari Pertamina.

Seperti diketahui, program BBM Satu Harga dicanangkan Presiden Joko Widodo di Dekai, Kabupaten Yahukimo pada 18 Oktober 2016. Presiden berharap kebijakan BBM Satu harga mampu membantu pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat khususnya di Papua dan Papua Barat. Kebijakan BBM satu harga di Papua dan Papua Barat yang dicanangkan pemerintah merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen menyatakan kebijakan Presiden Joko Widodo yang ingin menerapkan program satu harga untuk bahan bakar minyak bersubsidi di seluruh Indonesia sangat membantu masyarakat Papua.

“Program ini akan sangat membantu. Minimal harga BBM bisa turun dan selisih harga tidak terlalu signifikan dengan kami di Jayapura,” ujarnya. Untuk merealisasikan program tersebut, Pertamina tiap tahunnya mensubsidi biayaan angkutan Rp 800 miliar.(AR/ANT)