Pelabuhan Benoa Akan Bersolek Sambut IMF-WB Annual Meeting 2018

Menhub meninjau Pelabuhan Benoa (foto: Kemenhub)

INFONAWACITA.COM – Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meetings 2018 membuat Pelabuhan Benoa di Bali akan bersolek melalui pengembangan terminal baru. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Budi mengatakan Pelindo III akan melakukan reklamasi dan pembangunan terminal baru di Pelabuhan Benoa. Karena dengan adanya event IMF Meeting tersebut maka akan datang  lebih dari 17 ribu orang dari delegasi negara-negara tersebut.

“Saya mengecek ke sini berkaitan dengan rencana Pelindo III akan melaksanakan reklamasi dan pembangunan terminal. Karena di Oktober 2018 akan ada lebih dari 17 ribu  orang dari rombongan negara peserta IMF Meeting yang akan datang. Pasti mereka akan menyempatkan diri untuk berlayar dengan cruise atau yacht,” ujar Budi.

Menurutnya Pelindo III punya waktu sepuluh bulan untuk membangun reklamasi dan membangun terminal. Menhub menambahkan pembangunan terminal mungkin dilaksanakan, namun untuk reklamasi harus dilakukan dengan hati-hati. Ia menyarakan untuk mendahulukan tahapan-tahapan yang berkaitan dengan penumpang.

“Untuk Oktober 2018, paling tidak sandar untuk penumpang di dermaga baru dan juga berikut bangunan terminal sudah selesai. Pembangunan direncanakan mulai bulan Januari 2018, karena ada izin, amdal dan aturan yang harus ditaati,” jelasnya saat meninjau Pelabuhan Benoa di Bali, Jumat (22/12).

Peningkatan kapasitas penumpang 

Dengan pengembangan ini maka kapasitas penumpang di Pelabuhan Benoa ditargetkan akan meningkat lima kali lipat, dari 69 ribu penumpang per tahun menjadi 320 ribu  penumpang per tahun.

“Ini rencana yang cukup besar. Target penumpang akan naik menjadi 320 ribu. Bukan suatu angka yang kecil, maka harus dipersiapkan dengan baik. Saya serahkan kepada Pelindo III untuk melaksanakan. Kami selaku regulator menilai ini suatu kerja sama yang baik. Saya minta KSOP, Kadisnav dan jajaran Kemenhub untuk mendukung kegiatan ini,” jelas Budi.

IMF-WB Annual Meetings 2018 merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara yang akan digelar pada Oktober 2018 mendatang. (RA/yi)