Pasca Aksi Peledakan, Kemkominfo Kinerjakan Ais Hingga 2 Jam Sekali

Bijak mengunakan media sosial (Foto: Hallosehat)

INFONAWACITA.COM – Pasca peledakan bom beruntun sejak Minggu (13/5/2018) lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meningkatkan kinerja Ais. Ais merupakan mesin pengais (crawling-red) konten negatif sebagai langkah untuk menangkal konten-konten negatif di internet.

Hal ini diungkapkan Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Donny BU dalam diskusi di FMB9 pada Rabu (16/5/2018). Donny menjelaskan, pasca ledakan beruntun, Kemenkominfo menghalau konten-konten radikal dan konten yang bisa memperkeruh suasana pasca aksi tersebut. Misalnya saja video-video aksi peledakan yang marak di media sosial.

Biasanya, kata Donny, Kemenkominfo hanya mengaktifkan Ais dalam sehari hanya sebanyak dua kali. Tapi pasca aksi ledakan, kinerjanya ditambah hingga setiap dua jam sekali. “Ais jadi 2 jam sekali, biasanya hanya sehari dua kali,” ungkap Donny.

Kurang dari seminggu gencarnya pemblokiran tersebut, jelas Donny, jumlah konten yang diblokir tidak main-main. Setidaknya sudah ada 562 konten di Facebook dan Instagram yang diblokir oleh Kemkominfo hingga 16 Mei 2018.

Selain itu ada 301 konten negatif di Youtube dan Google. Serta 287 konten radikal di Telegram. Sementara di Twitter sebanyak 113 konten negatif.

“Itu hanya dalam waktu 3 hingga 4 hari,” imbuhnya.

Meski demikian, Donny tidak menampik, konten negatif seputar aksi ledakan masih tetap akan berkeliaran di media sosial. Oleh karenanya, tegas Donny, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran konten negatif seputar aksi tersebut. “Melakukan take down, tidak sulit. Tapi mendeteksinya akan sulit kalau kerja sendiri-sendiri,” ungkapnya. (DS/zh)