Optimalisasi Kinerja Kejaksaan Kian Terasa, Ini Perkembangan Terbarunya

Gedung Kejaksaan Agung Jakarta. (Foto: detak.co).
Gedung Kejaksaan Agung Jakarta. (Foto: detak.co).

INFONAWACITA.COM – Optimalisasi pelacakan buron pelaku kejahatan serta penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara saat ini menjadi program prioritas Kejaksaan di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo menegaskan hal tersebut kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi sebagai salah satu tolok ukur penilaian kinerja jajaran Kejaksaan di pusat dan daerah.

Tabur 31.1
Foto: Kejaksaan

Info terkait: Ini Penjelasan JAM Intel tentang Program Tabur 31.1 yang Progresif Itu

Di bidang pelacakan buronan pelaku kejahatan, melalui program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 sejak bulan Januari-Mei 2018 telah berhasil diamankan sebanyak 108 buron pelaku kejahatan dari berbagai daerah di Indonesia.

Program Tabur 31.1 merupakan komitmen Kejaksaan dalam upaya penuntasan penanganan perkara baik pidana umum maupun pidana guna menghadirkan kepastian hukum bagi masyarakat, untuk setiap Kejaksaan Tinggi ditetapkan target minimal penangkapan 1 (satu) orang buronan pelaku kejahatan setiap bulannya.

“Baru saja kita mengamankan H. Taufan Ansar Nur terpidana perkara tipikor pembangunan Pasar Pa’baeng-baeng yang bersumber dari DIPA Kantor Perindustrian Kota Massar senilai Rp. 12,5 Miliar, yang bersangkutan kita amankan di Hotel Shangrila Jakarta saat buka puasa bersama,” ujar Yunan Harjaka, Direktur E pada JAM Intelijen.

Pemulihan Uang Negara
Salim Achmad (berbaju putih) ditangkap Tim Kejaksaan Agung di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2018. (foto: Kejakgung)

Sejalan dengan hal tersebut, dalam triwulan I 2018 jajaran Pidsus Kejaksaan juga berhasil menyetorkan sebesar Rp52,2 Milyar ke kas negara yang berasal dari eksekusi denda dan uang pengganti serta hasil lelang barang rampasan dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, diikuti dengan penyelamatan keuangan negara pada tahap penyidikan dan penuntutan sebesar Rp31,07 Milyar.

Baca juga: JAM Intel Pastikan Tidak Ada Tempat Bersembunyi Lagi Bagi Buronan Korupsi

Salah satunya adalah mantan Komisaris Utama Bank Modern Samadikun Hartono melunasi kewajibannya membayar uang pengganti pada Kamis (16/5/2018) lalu. Terpidana yang kembali ke Indonesia pada 2016 setelah 13 tahun menjadi buron itu menyerahkan uang pengganti senilai Rp87,4 miliar kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Uang tersebut merupakan cicilan kelima dari total uang pengganti yang harus dibayarkan yakni senilai Rp169 miliar ungkap Toni Spontana,” Kajati DKI Jakarta.

Sementara itu, kinerja penyelamatan uang rakyat juga ditunjukkan oleh bidang Datun Kejaksaan yang dalam triwulan I tahun 2018 berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp242,9 Milyar, di antaranya berasal dari asset Yayasan Supersemar milik Presiden kedua RI Soeharto. Demikian dijelaskan oleh JAM Datun Loeke Larasati di Jakarta pada Jumat (18/5/2018).