Ocean Heroes, Predikat Membanggakan Ini Milik Seorang Anak Muda Indonesia

Tiza Mafira. (foto: jamaicanobserver.com)

INFONAWACITA.COM – Wakil anak muda dari Indonesia, Tiza Mafira, terpilih menjadi salah satu “Ocean Heroes” 2018 oleh lembaga UN Environment. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun menyatakan rasa bangganya.

“Kami bangga anak muda Indonesia seperti Tiza mendapat penghargaan dari UN Environment sebagai salah satu Ocean Heroes 2018,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya S Poerwadi, di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Dikutip dari Antara, Brahmantya mewakili KKP menyampaikan selamat kepada Tiza Mafira yang telah turut serta mengampanyekan untuk memerangi sampah plastik. Upayanya iyu pun mendapatkan penghargaan tertinggi dari UN Environment.

Apalagi, Brahmantya mengingatkan bahwa lautan dan kawasan perairan memiliki manfaat yang sangat besar baik untuk kehidupan manusia. Manfaat itu baik secara ekonomis, ekologis maupun estetis.

Namun, lanjutnya, kondisi lautan saat ini mendapat tantangan besar berupa sampah plastik yang merusak lingkungan laut beserta biota di dalamnya.

“Sampah plastik saat ini menjadi isu global dan jika kita tidak mengubah kebiasaan, maka diprediksi di lautan akan ada 1 ton plastik untuk setiap 3 ton ikan pada 2025, dan pada 2050 akan lebih banyak plastik dibanding ikan,” ucapnya.

Untuk itu, ujar dia, pencemaran di laut dan samudera Indonesia yang sangat luas membutuhkan juara dan pemimpin. Terutama dari kelompok generasi muda seperti Tiza.

Sumber Inspirasi

Ia mengutarakan agar penghargaan bergengsi yang diraih Tiza dapat menginspirasi lebih banyak pihak mendukung pencapaian target Indonesia membebaskan laut dari pencemaran plastik pada 2025.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP juga mengajak berbagai pihak pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memerangi polusi di laut dan menjaga lingkungan laut demi masa depan yang lebih baik.

Info terkait: Menteri Susi di Norwegia Hasilkan Kerja Sama Kece Ini, Bisa Bantu Masyarakat di Pulau-Pulau Kecil

Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Norwegia memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan ruang laut sehingga dapat diseimbangkan antara manfaat ekonomi maupun upaya penyehatan ruang laut yang terdapat di kawasan perairan nasional.