Negara Ini Jadi Pengimpor Terbesar Produk Asal Sulawesi Utara

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/6). Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk segera membangun jalur rel kereta langsung menuju terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, hal itu untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Pradita Utama/Spt/14

INFONAWACITA.COM – Malaysia merupakan negara pengimpor terbesar produk-produk dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Januari 2018.

“Malaysia menjadi negara pemasok terbesar untuk Sulawesi Utara pada Januari 2018 dengan kontribusi lebih dari separuh nilai impor Sulawesi Utara,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud di Manado, Senin (19/2/2018).

Dia menjelaskan adapun barang yang paling banyak dipasok dari Negeri Jiran tersebut adalah bahan bakar mineral.

Kenaikan y-on-y yang cukup tinggi antara lain adalah nilai impor dari Belanda dan India yang didorong oleh peningkatan pasokan mesin-mesin/pesawat mekanik; Malaysia karena kenaikan nilai impor bahan bakar mineral.

Sementara untuk kenaikan m-to-m, nilai impor dari Taiwan meningkat cukup pesat disebabkan oleh kenaikan pasokan bahan kimia anorganik sedangkan dari Thailand adalah karena peningkatan nilai impor mesin-mesin/pesawat mekanik.

Barang impor dari Indonesia yang dimaksud merupakan barang re-impor, yaitu barang ekspor yang harus diimpor kembali karena tidak laku/tidak memenuhi kontrak pembelian/tidak memenuhi ketentuan impor di negara tujuan ekspor.

“Adapun komoditi yang dire-impor adalah pala (HS 09081100 Siauw Nutmegs dan HS 09081200 Siauw Nutmegs Broken and Cleaned),” jelasnya.

Nilai Impor

Nilai impor Sulawesi Utara pada Januari 2018 naik 15,56 persen dari nilai impor Desember 2017 (mto-m) dan naik hampir dua kali lipat dari nilai impor Januari 2017 (y-on-y).

“Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh peningkatan nilai impor bahan bakar mineral dan barang-barang modal (misalnya, mesinmesin/pesawat mekanik, benda-benda dari besi dan baja, dan aneka barang dari logam dasar),” katanya.

Dilihat menurut golongan barang HS2 digit, bahan bakar mineral menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada Januari 2017.

Golongan barang ini hanya dipasok dari Malaysia.

Nilai impor golongan barang ini sedikit menurun dari Desember 2017 (m-to-m), namun meningkat sangat pesat bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). (ANT/HG)