MUI Apresiasi Pemerintah Jadi Inisiator Sehingga Munculnya Voting Palestina di PBB

Hasil voting terkait pernyataan kontroversial Trump atas Palestina. (Foto: unwatch.org).

INFONAWACITA.COM – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi mengatakan, Amerika Serikat dan Israel sejatinya kalah telak. Khususnya terkait resolusi status Yerusalem dalam pemungutan suara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meski Amerika sendiri tidak mematuhi hasil pemungutan suara itu.

“Sangat disayangkan. Negara yang selama ini mendewakan demokrasi, ternyata justru paling antidemokrasi,” kata Zainut seperti dikutip dari Antara pada Minggu (24/12).

Dia juga mengatakan, AS justru dalam banyak kesempatan tidak menaati suara mayoritas terkait sejumlah isu. Seharusnya Amerika Serikat tunduk dan menghormati suara mayoritas. Menurutnya, itulah makna yang paling hakiki dalam sebuah demokrasi.

Sikap arogansi dan merasa paling berkuasa, kata dia, adalah bentuk kesombongan Amerika Serikat yang paling nyata. Seharusnya PBB memiliki sikap yang tegas terhadap AS karena tidak mengindahkan resolusinya.

PBB, masih lanjut dia, seharusnya memiliki keberanian untuk memberikan sanksi kepada AS. Terutama atas pembangkangannya sehingga PBB tidak dilecehkan dan agar memiliki wibawa.

“Adapun terhadap Petisi MUI yang ditolak oleh AS, tidak menjadikan MUI kecewa. Resolusi PBB yang didukung mayoritas anggotanya saja diabaikan oleh AS. palagi petisi MUI yang hanya disuarakan oleh sebuah organisasi kemasyarakatan,” kata Zainut.

Presiden Jokowi mengikuti sesi foto bersama dalam KTT LB OKI di Istanbul, Turki, Rabu (13/12). (Foto: BPMI)
Apresiasi Untuk Pemerintah

Menurut dia, MUI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang turut menjadi sponsor resolusi. Terutama untuk menolak pengakuan sepihak AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Sikap ini menunjukkan bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia bersama mayoritas dunia mendukung perjuangan rakyat Palestina. Terutama untuk merdeka dari cengkeraman penjajah zionis Israel,” katanya.