Monumen Toleransi Tegaskan Wayame sebagai Laboratorium Perdamaian

Peserta International Interfaith Dialogue (IID) melakukan peletakan batu pertama untuk membangun Monumen Toleransi di Desa Wayame, Ambon, Maluku, 17 November 2017. Pembangunan monumen ini guna menunjukkan bahwa Wayame merupakan laboratorium perdamaian warga Muslim dan Kristen. (Foto: Dok/GMKI)

INFONAWACITA.COM – Sejumlah perwakilan International Interfaith Dialogue (IID) melakukan peletakan batu pertama untuk membangun Monumen Toleransi di Desa Wayame, Ambon, Maluku, Jumat (17/11). Pembangunan monumen tersebut guna menunjukkan bahwa Wayame merupakan laboratorium perdamaian.

Pembangunan tersebut dilakukan sebagai bentuk semangat dari peserta International Interfaith Dialogue untuk membahas dan merumuskan strategi dalam menyelesaikan konflik intoleransi. Demikian disampaikan Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dalam pernyataan tertulis yang diterima Infonawacita.com, Senin (20/11).

“Kami melihat bahwa kota Ambon bukanlah kota konflik melainkan kota perdamaian karena semua masyarakat telah sepakat bahwa mereka adalah basudara,” kata Sahat.

Dikatakannya pula, keberadaan monumen ini nantinya diharapkan dapat menyuarakan pesan-pesan perdamaian ke seantero negeri, bangsa, bahkan dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Ambon yang mendukung pembangunan Monumen Toleransi ini. Kami berharap desa ini akan menjadi tempat belajar, tidak hanya bagi masyarakat Maluku, tapi juga Indonesia, bahkan dunia,” ujar Sahat.

Seperti diketahui masyarakat Wayame yang pernah didera konflik dapat menyelesaikannya dengan cepat. Sehingga, menurut Sahat, masyarakat dunia perlu mengetahuinya dan menjadikan Kota Ambon sebagai laboratorium perdamaian.

“Nilai-nilai toleransi dan perdamaian harus abadi, tidak digerus oleh waktu. Kita ingin Monumen Perdamaian dan Toleransi ini dapat abadi menyampaikan pesan-pesan perdamaian tentang pentingnya menjaga keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara,” tutup Sahat. (*)