Moeldoko: Peran Guru Sangat Penting untuk Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beraudiensi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) (Foto: ksp.go.id)

INFONAWACITA.COM – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beraudiensi dengan perwakilan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin, (21/1/19).

Dalam pertemuan itu, Moeldoko menyampaikan peran guru merupakan hal yang sangat penting untuk pembangunan karakter dan kemajuan bangsa.

“Yang harus menjadi perhatian bapak ibu sekalian adalah hubungan antara guru dengan murid dan sebaliknya. Anak-anak zaman sekarang telah berbeda, guru harus memiliki cara agar proses belajar mengajar tidak menimbulkan trauma dan tidak dengan cara yang konvensional,” kata Moeldoko.

Dalam audiensi ini, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menyampaikan bahwa saat ini banyak organisasi keguruan yang berdiri sendiri di luar PGRI. Untuk itu, mereka meminta PGRI disahkan sebagai organisasi resmi guru yang juga mengurusi sertifikasi guru yang saat ini diambil alih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK).

Hal lain yang disampaikan juga terkait dengan pengangkatan guru honorer menjadi guru tetap dengan dipermudah dalam urusan sertifikasi.

“Dahulu sertifikasi guru hanya membutuhkan waktu beberapa bulan, sekarang harus 1 tahun dan ini menyulitkan kami. Selain itu kami meminta guru honorer K3 maupun K2 yang sudah lama mengabdi, diprioritaskan untuk menjadi pegawai tetap,” papar Unifah.

Koordinasi dengan Kemenkumham

Dilansir dari ksp.go.id, Moeldoko menanggapi dengan positif seluruh keresahan yang disampaikan oleh anggota PGRI. Mengenai persoalan guru honorer, Moeldoko menyampaikan bahwa Presiden akan melakukan langkah-langkah yang solutif secepatnya guna menyelesaikan kesulitan dalam sertifikasi bagi guru honorer.

Moeldoko juga mengatakan bahwa semua organisasi keguruan harus memiliki payung besar yakni PGRI, secepatnya ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM agar proses pengesahan organisasi tersebut di percepat.

“Mantapkan PGRI sebagai organisasi dan organisasi profesi guru seperti layaknya IDI (Ikatan Dokter Indonesia), sehingga guru di Indonesia akan memiliki pandangan yang sama dalam membangun bangsa lewat Pendidikan” kata Moeldoko.