Moeldoko: Pembangunan Era Presiden Jokowi adalah Indonesia-sentris

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berbicara di Universitas Balikpapan (foto: Humas KSP)

INFONAWACITA.COM – Kepada sekira 500 mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba), Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan, untuk tidak menyalah artikan pembangunan infrastruktur yang gencar dibangun Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan ini, jelas Moeldoko, merupakan bukti kenegarawanan dari Presiden Jokowi.

Moeldoko juga menegaskan, pembangunan berbagai proyek infrastruktur di era pemerintahan Jokowi – JK, bukan sebagai tujuan. Melainkan semata-mata alat atau instrumen untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Pemerintah sekarang memfokuskan untuk membangun Indonesia secara merata, tidak hanya di Pulau Jawa saja. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan besar Presiden Jokowi tentang Indonesia-Sentris, karena Indonesia bukan hanya Jawa,” jelas Moeldoko di auditorium kampus tersebut, seperti dikutip dari keterangan KSP pada Minggu (30/9/2018).

Melihat hal tersebut, Moeldoko melanjutkan, maka seluruh warga negarai Indonesia seharusnya bisa melihat sikap kenegarawanan dari Presiden Jokowi. Sebab, jika seorang pemimpin hanya berorientasi politik belaka, maka bisa saja Presiden Jokowi hanya membangun di Pulau Jawa.

Tetapi dengan cara berpikir seorang negarawan, warga negara Indonesia justru tengah diajak Presiden Jokowi untuk berpikir dan meyakini. Bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar.

“Oleh karena itu, jika dilihat, sekarang ini pendulum pembangunan sudah mulai seimbang, karena Indonesia bagian timur mendapatkan perhatian yang setara dengan saudara-saudaranya di bagian barat,” ungkapnya.

Di hadapan anak-anak muda Kalimantan Timur tersebut, Moeldoko juga menunjukkan dan menceritakan bagaimana Revolusi Industri 4.0 akan mengubah berbagai macam hal dan menggantikan cara berpikir dan paradigma lama yang sekarang ini masih eksis. “Teknologi robot, artificial intelligent, teknologi 3D printing, dan lain-lain, akan mengubah hidup kita,” kata Moeldoko. (DS/zh)