Modus Baru Peredaran Narkoba, Jokowi Ingatkan Pelajar Agar Waspada

Presiden Jokowi berdialog dengan seorang pelajar pada Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi dan Kekerasan, di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/10) pagi. (Foto: Setkab/ JAY/Humas)

INFONAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para pelajar waspada dan tidak mudah menerima barang pemberian dari orang tak dikenal. Hal ini menyusul adanya modus baru peredaran narkoba, yang dikemas serupa permen.

“Saya titip kalau ketemu orang tak dikenal kemudian disalamkan permen, anak-anak harus menolaknya. Hati-hati apalagi dengan orang yang tak dikenal. Ini penting sekali,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi dan Kekerasan kepada siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/10) pagi, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Jika hal itu terjadi, Kepala Negara meminta kepada para pelajar agar melapor ke guru, satpam, atau orang tua sehingga pemberi permen yang diduga narkoba tersebut dapat ditangkap.

“Sekali lagi kalau orang tak dikenal menawarkan permen dan anak-anak harus menolak dan melaporkannya kepada guru, satpam, dan orangtua,” pesan Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi yang datang di acara tersebut bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga mengingatkan para pelajar untuk menghindari segala jenis narkoba, seperti ganja dan sabu-sabu.

“Saya ingin anak-anak betul-betul waspada terhadap yang namanya narkoba, hati-hati,” ujarnya.

Presiden meminta seluruh siswa-siswi agar jangan pernah menggunakan narkoba, walau hanya untuk mencobanya. Ia mengingatkan negara membutuhkan generasi muda yang sehat dan mampu bersaing pada era kompetisi global.

“Ganja harus kita hindari, sabu-sabu harus kita hindari, kokain harus kita hindari, heroin juga sama sangat berbahaya, oleh karenanya harus kita hindari,” kata Presiden saat berdialog dengan seorang siswa di acara tersebut.

Stop Bullying

Presiden Jokowi juga meminta seluruh siswa-siswi sekolah untuk tidak melakukan perundungan atau bullying di dalam maupun luar sekolah karena berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

“Kita tidak ingin nantinya muncul generasi yang gemar melakukan kekerasan, generasi yang suka mengintimidasi, generasi yang berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak semuanya memiliki karakter-karakter yang sopan, karakter-karakter yang santun dan karakter yang beradab,” tegas Presiden Jokowi.

Dengan kualitas siswa-siswi seperti itu, Presiden meyakini, generasi Indonesia diyakini akan menjadi generasi yang kuat, unggul, dan akan membawa negara menjadi bangsa yang besar serta kompetitif di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berpesan agar siswa-siswi memupuk persatuan dan kesatuan sejak dini, rajin belajar dan beribadah, serta olahraga teratur.

“Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama,” tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (AR)