Mobil Desa Ditarget Meluncur di Pasaran Sebelum Agustus 2018

Sukiyat dengan prototype mobil desanya. (Foto: merdeka.com)

INFONAWACITA.COM – Mobil desa yang diproduksi bengkel Kiat Mandiri, Klaten ditargetkan sudah diluncurkan di pasaran sebelum Agustus 2018. Bengkel ini telah berhasil menyelesaikan prototype generasi kedua mobil desa.

Sukiyat yang menggawangi bengkel Kiat Motor mengatakan, terdapat tiga jenis mobil pedesaan yakni double cabin, single cabin, dan less deck yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa).

Mobil ini dapat membawa orang maupun produk pedesaan seperti hasil pertanian. Bahkan dapat ditambahkan dengan mesin pendukung produksi pedesaan seperti penggiling padi atau penyedot air.

“Semua kendaraan ini multi fungsi dan memiliki power take off (PTO)-nya untuk mengerakkan mesin gilingan padi, menyedot air, dan sebagainya,” kata Sukiyat, Jumat (3/11) di Klaten, seperti dilansir dari kontan.co.id.

Sukiyat menargetkan dapat membangun pabrik mobil pedesaan pada Maret sampai Mei 2018 di lahan seluas 18 ha. “Dibutuhkan dana investasi Rp 1,5 triliun dari proses pembangunan pabrik hingga mobil desa siap diproduksi,” terang Sukiyat.

Butuhkan sebanyak 350 – 450 pekerja di pabrik ini nantinya. Bahkan lulusan sekolah menengah kejuaran (SMK) pilihan akan ditarik menjadi pegawai di pabrik baru ini. Sukiyat bilang sebelum Agustus 2018 mobil pendesaan sudah harus dipasarkan.

Dengan kapasitas pekerja tersebut, Sukiyat memprediksi dapat memproduksi 10 unit mobil setiap hari. “Nanti akan terus berkembanh bisa 10, lalu 20, dan 50 unit per hari. Nanti kita lihat perkembangannya,” ujar Sukiyat.

Mobil dengan double deck dibanderol seharga Rp 70 juta, single deck Rp 60 juta, dan less deck Rp 50 juta. Laba yang diharapkan dari mobil ini dapat mencapai Rp 5 juta hingga 10 juta. “Saat ini sudah banyak yang pesan, namun kita masih nenunggu dan menyesuaikam pengarahan dari bapak Menteri Perindustrian,” ungkap Sukiyat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara pengarahan mobil desa hari ini mengatakan, mendukung kendaraan pedesaan dan mengapresiasi prototype yang sudah dibuat. Tahapan berikutnya, Airlangga menyatakan agar mobil desa mulai mematangkan supply chain dan membentuk wadah beserta badan pengelolanya.

Sukiyat menyatakan, mobil pedesaan ini sudah direncanakan sejak 2016, namun desain dari prototype-nya selesai pada 2017. Bengkel Kiat bekerja sama dengan Indonesia Automotive Institute dalam memproduksi mobil pedesaan. Sukiyat mantap menyatakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mobil desa sebesar 90%. Sedangkan 10% komponen lainnya masih dimpor dari India yakni gearbox.(AR)