Meskipun Peringkat EODB Naik, Jokowi: Harus Ada Pembenahan Total

Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Presiden)

INFONAWACITA.COM – Peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) meningkat ke posisi 72 di tahun 2017. Namun, Presiden Joko Widodo menginginkan adanya perubahan total agar kemudahan berusaha di Indonesia terus meningkat.

Hal ini membuat peringkat Indonesia lebih baik dari Tiongkok yang menduduki peringkat 78, India di peringkat 100, dan Brazil di posisi 125.

“Itu akan terus kita perbaiki. Akan terus kita benahi. Dulu, berapa? 120 masuk ke-106, masuk lagi ke-91, masuk lagi sekarang ke-72. Artinya, kita sudah lebih baik sekarang ini dari China, lebih baik dari India. Lebih baik dari Brazil,” kata Presiden kepada jurnalis di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/11).

Targetkan peringkat 40

Pencapaian tersebut tak lantas membuat Presiden Jokowi merasa puas. Ia menegaskan akan tetap berupaya mencapai target yaitu peringkat 40 di tahun 2019 nanti.

“Artinya harus ada pembenahan total, reformasi total, dari urusan perizinan, urusan listrik, urusan properti, urusan semuanya harus semakin baik,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden yang diterima Infonawacita.com, Rabu petang.

Presiden pun berharap dengan semakin mudahnya perizinan dalam berusaha akan membuka lapangan kerja baru. Tentu saja hal itu akan dapat berdampak pada perekonomian nasional.

Dalam laporan Bank Dunia tentang peringkat negara dengan kemudahan berusaha, New Zealand menduduki peringkat pertama dan menyusul di peringkat kedua adalah Singapura. (*)