Merinci Anggaran untuk Pulau Madura, Khofifah Sebut Rp1,6 Triliun

Mensos Khofifah Indar Parawansa (Foto: dokumen)

INFONAWACITA.COM – Bakal calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merinci anggaran yang diperlukan untuk pengembangan sumber daya manusia. Serta pembangunan infrastruktur di Pulau Madura.

Baginya, Pulau Madura tidak cukup jika hanya mendapat alokasi dana sebesar Rp1 triliun. Menurut Khofifah, masyarakat Madura membutuhkan minimal Rp1,6 triliun.

“Jadi kalau ada yang menyampaikan di Madura akan disiapkan anggaran dari APBD Rp1 triliun, itu sebetulnya kekecilan. Hitungan saya, Madura membutuhkan minimal Rp1,6 triliun,” ujar Khofifah seperti dilansir dari CNNIndonesia.com pada Sabtu (10/2/2018).

Saat ditanya lebih detail tentang alokasi Rp1,6 triliun itu, Khofifah menjawab bahwa dari anggaran sebesar Rp29,6 triliun di APBD Jatim, untuk gaji pegawai mencapai Rp6,45 triliun. Atau hampir Rp 6,5 triliun.

Selebihnya, hibah Rp7,5 triliun. Kemudian Rp5,4 triliun terkait dengan bagi hasil. Sisanya Rp9,3 triliun untuk berbagai pemerataan program di seluruh kabupaten dan atau kota di Jawa Timur.

“Artinya, kalau masyarakat Jatim memberikan amanat, mandat dan dukungan kepada pasangan Khofifah-Emil, Insyallah yang terkait dengan beasiswa guru madrasah diniyah, terkait dengan rekomendasi pesantren di Madura yang ingin menambahkan pendidikan vokasi, kita sudah pada proses melakukan hitung-hitungan. Tidak sekadar perencanaan,” jelasnya.

Pemberiaan sapaan penghormatan

Tak hanya terkait beasiswa dan pendidikan vokasi, kepedulian juga ditunjukkan pasangan Khofifah-Emil untuk hafidz-hafidzoh. Dari 2,5 ribu yang saat ini mendapat insentif dari Pemprov Jatim, akan ditambah minimal menjadi 10 ribu.

Kalau untuk para imam masjid, dengan syarat minimal hafal 10 juz Al Qur’an yang mendapatkan insentif, maka untuk imam di 41 ribu masjid di Jatim akan diberi sapaan penghormatan Rp 2 juta.

Hal serupa akan berlaku juga untuk gereja, wihara dan klenteng. Angka tersebut di luar APBD kabupaten dan atau kota yang mungkin pula akan memberikan sapaan serupa.

“Intinya tolong jaga keberagaman, kerukunan, saling menghormati. Sekarang tugas pemerintah adalah memberikan sapaan kepada mereka,” tambah Khofifah. (RA/zh)