Menuju Pemerintahan Berkelas Dunia Tahun 2024, Kerja Sama Ini pun Dilakukan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Minister of Personnel Management of the Republic of Korea Kim Pan Suk di Blue House, yang disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Istana Kepresidenan Republik Korea, Seoul, Senin (10/9/2018). (Kemenpanrb)

INFONAWACOTA.COM – Era industri baru 4.0 akan berdampak terhadap peran manusia dengan otomatisasi dan penggunaan mesin-mesin. Melihat hal ini, pemerintah memandang perlu untuk melakukan perubahan cepat yang berdampak luas melalui perubahan pola pikir dan model kepemimpinan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakannya usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Minister of Personnel Management of the Republic of Korea Kim Pan Suk di Blue House. Penandatanganan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Istana Kepresidenan Republik Korea, Seoul, Senin (10/09).

“Penandatanganan ini sebagai kunci dalam mencapai tujuan transformasi pemerintahan berkelas dunia tahun 2024,” ujarnya, melalui keterangan tertulis.

Lebih lanjut dikatakan, kerja sama ini sebagai bentuk kemitraan strategis dan komitmen kuat Indonesia dalam transformasi birokrasi menuju pemerintahan berkelas dunia. Hal ini dilakukan melalui penerapan e-government, merit sistem, manajemen talenta, dan juga manajemen perubahan.

“Komitmen kita untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan tersebut perlu dijaga untuk pengembangan aset manusia yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kompetensi ASN

Mantan Wakapolri ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi ASN. Yakni integritas, wawasan global, kemampuan teknologi informasi dan bahasa asing, keramahtamahan, jejaring, dan spirit kewirausahaan. “Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan menjadi momentum awal untuk membuka wawasan dan inspirasi baru mengenai kepemimpinan maju dan manajemen perubahan ASN yang inovatif,” jelasnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan kualitas perumusan kebijakan serta perencanaan dan implementasi inovasi pada sistem administrasi kepegawaian, di antaranya terkait dengan perekrutan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen dan budaya kinerja, peningkatan kualitas manajemen talenta nasional, sistem gaji, tunjangan, pensiun, serta pencegahan korupsi di lingkungan aparatur sipil negara.

Kerja sama akan direalisasikan dalam bentuk pertukaran kunjungan pimpinan tinggi, pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan publikasi ilmiah. Kemudian pertemuan-pertemuan pakar, pemagangan, dan bentuk kerja sama lain yang disepakati kedua pihak di bidang aparatur sipil negara.

Info terkait: