Menteri Susi Percepat Infrastruktur Sektor Perikanan

Foto : thepresidentpostindonesia.com

INFONAWACITA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah fokus membenahi sektor yang berkaitan dengan tugas pokok utamanya. Menteri Susi mengatakan dihadapan awak media bahwa sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada dirinya tentang percepatan pembangunan infrastruktur khusus disektor ekonomi berupa tangkapan hasil laut.

“Presiden sudah menginstruksikan percepatan terkait infrastuktur disektor perikanan,” ujar Menteri KKP di kantornya,Jakarta, Selasa (26/7).

Susi juga menjelaskan, ada beberapa pengusaha yang akan mengancam akan mendemo dirinya bila menghalangi bisnis penangkapan hingga pelelangan ikan yang mereka sedang berjalan di Muara Baru. Padahal menurutnya, lokasi tersebut tidak layak bahkan saat turun kejalan, dia juga melihat langsung kondisi pasar terlihat sangat prihatin dan masyarakat bertumpuk pasar pelelangan itu.

“Minggu kemarin saya turun jalan ke Muara Baru. Tidak bisa, 1 sampai 3 pengusaha kita akan didemo oleh pengusaha. Sehingga masyarakat bertumpuk dipasar yang kotor,” terangya.

Rencana kedepannya, Susi akan membangun pelabuhan-pelabuhan untuk mempermudah para nelayan dan mendidrikan tempat-tempat istirahat bagi nelayan yang bermukim jauh dari tempat tinggal mereka. Tidak hanya itu pula, dia juga akan menerapkan pengawasan tentang hasil tangkapan laut dengan tujuan dapat tercatat penghasilan tiap waktunya. Kapal-kapal penangkap ikan yang memiliki teknologi canggih kedepannya harus memberikan data jumlah hasil tangkapannya.

“Kita akan bangun pelabuhan. Kita akan siapkan rumah singgah dilokasi perumahan Angkatan Laut (AL) di Natuna. Saat ini hanya dilakukan (perhitungan) di dalam kapal-kapal besar kita akan melakukan pencatatan,” tambahnya.

Diperkirakan biaya pembangunan disektor perikanan mencapai 300 Miliar, untuk tahun ini saja berkisar hingga 60 Miliar. Rencananya Natuna menjadi tempat yang sangat berpotensi untuk industri perikanan kerena memiliki nilai ekonomi.

“Nilai ekonominya yang ada 4400 Ton, kurang lebih 400 juta Dollar. Jadi cita-citanya nelayan pulang naik pesawat. Bongkarnya disana benefitnya untuk Natuna,” harapannya .

Bulan Agustus 2016, mendatang Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menenggelamkan sejumlah kapal-kapal illegal fishing atau kapal asing yang tidak memiliki ijin. Sejumlah 8 tempat yang akan menjadi lokasi eksekusi penggembosan kapal asing itu tidak disebutkan dimana posisi persisnya. Lanjutnya, sesuai dengan Keppres kapal asing tidak boleh masuk ke perbatasan wilayah negara Indonesia.

“Kita akan tenggelamkan nanti pada bulan Agustus 2016, di 8 tempat tidak di Bom akan tetapi dibocorkan. Sesuai dengan Keppres. Presiden kapal ikan industri tidak boleh masuk menangkap ikan,” kata Susi kepada infonawacita.com.

Pangandaran adalah tempat yang akan di bangun Monumen berkaitan dengan penangkapan ikan secara liar atau ‘illegal fishing’.

” Kita akan buat monumen di Pangandaran (Jawa Barat) sebagai illegal fishing,” tutup Susi (DW)