Menteri Siti Paparkan Langkah Korektif yang Telah Dilakukan Kementerian LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya

INFONAWACITA.COM – Menteri Siti menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) telah melakukan beberapa langkah korektif dalam pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Ada beberapa langkah korektif yang dilakukan Kementerian LHK dalam percepatan kerja bidang lingkungan hidup dan kehutanan, bidang peningkatan ekonomi masyarakat daerah sekitar hutan. Langkah korektif yang ditetapkan Kementerian LHK bertumpu pada sciencetific base dan bersifat konseptual, holistik.

Terkait aksi korektif gerakan menanam pohon, bila dimasa lalu terdapat banyak jargon pencanangan penanaman pohon, maka masa ini, negara bertanggung jawab dalam merehabilitasi hutan dan lahan, baik yang berada di dalam maupun di luar kawasan. Termasuk juga restorasi ekosistem gambut, serta rehabilitasi tegakan pasca kebakaran hutan dan lahan.

Begitu juga aksi korektif dalam rehabilitasi lahan hutan, ini melibatkan banyak pihak. Hingga saat ini, reklamasi dan rehabilitasi kawasan yang bermineral, yang dilakukan oleh para pemegang izin kawasan tercatat sekitar 26.623,85 HA, sementara itu pada lahan gambut, masyarakat memiliki andil yang besar dalam rehabilitasi lahan.

Tercatat ada sekitar 8.071 ha luas lahan gambut yang berhasil direhabilitasi oleh masyarakat.

Sementara itu sebagai salah satu bentuk nyata pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran KLHK telah melakukan verifikasi kepada 352 aktivitas usaha pertambangan di Indonesia. Kementerian LHK telah menjatuhkan 541 sanksi administrasi, dan pada 2018, KLHK menjatuhkan sanksi kepada 147 perusahaan.

“Kementerian LHK serius dalam melakukan aksi-aksi korektif percepatan kerja lingkungan hidup dan kehutanan ini. Terutama dalam bidang penegakan hukum, untuk mencegah kerugian negara yang semakin besar,” ujar Menteri Siti seperti yang diinformasikan dalam akun resmi KemenLHK pada Rabu (13/2/2019).