Menteri Lukman: Gus Yahya Ingin Kedamaian di Palestina, Ia Telah Sampaikan “Rahmah” kepada Semua

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag.go.id)

INFONAWACITA.COM – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk berhenti mencerca Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) atas kunjungannya ke Israel. Gus Yahya, kata Lukman, telah terbukti menyampaikan rahmah kepada orang-orang Israel.

“Mari kita akhiri saling cerca terkait ikhtiar Kiai Yahya Cholil Staquf. Boleh jadi sebagian kita tak bersetuju dengan cara pendekatannya,” cuit Lukman dalam akun twitternya @lukmanhakimsaifuddin pada Rabu (13/6/2018).

Terpenting, kata Lukman, tujuan Gus Yahya sama dengan cita-cita masyarakat Indonesia yakni mewujudkan perdamaian di Palestina. Apalagi, menurutnya, Gus Yahya telah berhasil menyampaikan rahmah di ajaran Islam kepada seluruh orang-orang Yahudi di Israel.

“Namun tujuan kita sama, ingin wujudkan damai di Palestina. Ia telah sampaikan “rahmah” kepada semua mereka. Itu pesan utama agama,” imbuhnya.

Kunjungan Pribadi
KH Yahya Cholil Staquf. (Youtube)

Info terkait: Fadli Zon Dianggap Telah Hina Ulama, Mantan Kader Mengaku Siap Gembosi Gerindra

Gus Yahya sendiri atas nama pribadi memang mengunjungi Yarusalem pada 12 dan 13 Juni 2018. Kedatangannya atas undangan ICFR (Israel Council on Foreign Relations). Di acara tersebut ia mengajak Israel untuk menghentikan peperangan dengan Palestina.

Di sana ia mengajak Israel untuk melakukan pendekatan perdamaian melalui agama dan meninggalkan perdamaian dengan cara-cara politik dan militer. Pendekatan itu ia pelajari langsung dari gurunya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Maka patut dicoba untuk menambahkan unsur baru dalam upaya-upaya itu, yaitu unsur agama, dengan memberdayakan inspirasi-inspirasi agama dan melibatkan pemimpin-pemimpin agama,” katanya dalam pidatonya.

Info terkait: Guntur Romli Yakin Isu Gus Yahya Sengaja Digoreng untuk Tutupi Keberhasilan Infrastruktur Jokowi

Ia pun mengajak umat Palestina dan Israel untuk sama-sama berhenti dan meninggalkan permusuhan. Ia juga mengajak seluruh umat dunia melakukan hal yang sama yakni mengentikan permusuhan dan peperangan.

“O, Palestina, dapatkah engkau mengistirahatkan jiwamu dari kemarahan dan dendam? O, Israel, dapatkah engkau menunda keresahanmu tentang rasa tak aman? O, Arab, dapatkah engkau merelakan ruang untuk berbagi? O, kaum Muslimin dan Yahudi, dapatkan kalian meletakkan rasa saling curiga dan membangun masa depan bersama dengan ruh iman? O, Dunia! Dapatkah kalian membuat jeda dari perebutan kuasa dan sumberdaya-sumberdaya untuk perduli pada manusia? Manusia dengan darah dan daging seperti dirimu? Manusia dengan hati dan jiwa seperti milikmu? Manusia dengan orang-orang yang disayangi seperti engkau dengan kekasih-kekasihmu?” ungkapnya. (DS/yi)