Menteri Keuangan ke Pondok Pesantren Gontor, Ada Acara Apa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (foto: Kemenkeu)

INFONAWACITA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum di depan pengasuh dan santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Jumat (25/5/2018) malam. Ia mengingatkan para santri untuk memiliki nilai tambah dalam meningkatkan kehidupan.

“Misalnya ada anak Thailand jadi santri di sini. Sebelumnya tidak bisa bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Setelah belajar di sini dia selain belajar agama juga bisa bahasa Indonesia dan Inggris. Dalam ilmu ekonomi itu namanya nilai tambah,” kata Menkeu Sri Mulyani, dikutip dari Antara.

Menkeu melanjutkan, setiap hidup manusia harus berbuat kebaikan. Karena kalau tidak berbuat kebaikan maka manusia akan merugi.

“Jadi yang dimaksud nilai tambah itu bukan berarti membangun sesuatu, menciptakan sesuatu dan dijual. Tapi nilai tambah itu menciptakan sesuatu karakter diri untuk menjadi manusia yang lebih baik,” jelasnya.

Info terkait: Sri Mulyani: Jangan Pernah Lelah Mencintai Negeri Ini

Pondok Pesantren Darussalam Gontor. (Foto: voa-Islam.com)
Kesempatan yang Sama

Info terkait: Empat Jurus Jitu Sri Mulyani Bagi Anak Muda Indonesia Agar Kreatif dalam Ekonomi

Sri Mulyani pun menghubungkan dengan konteks mengurus negara. Menurutnya, berarti negara harus mampu menciptakan sesuatu agar seluruh rakyatnya memiliki kesempatan yang sama untuk maju menjadi manusia lebih baik.

“Sehingga rakyat Indonesia yang lebih dari 257 juta jiwa ini, mereka memiliki kesempatan sama untuk maju menjadi manusia yang lebih baik, produktif, inovatif, menjadi manusia bertakwa, cinta tanah air, cinta sesama, dan tidak hanya mengurus dirinya sendiri,” ujarnya.

Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah Indonesia seperti negara-negara lain di dunia ingin menciptakan pemerataan dan kesejahteraan yang berkeadilan.

“Di dalam ikhtiar, seluruh negara di dunia memiliki pengalaman. Ada yang sukses, setengah sukses dan ada pula yang gagal. Ada yang gagal kemudian mencoba lagi dan sukses. Ada pula yang gagal, mencoba lagi dan gagal lagi,” katanya.