Menteri Kesehatan Indonesia Beri Masukan Pada WHO, Berikut Ini Beberapa Sarannya

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek

INFONAWACITA.COM –┬áMenteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, menegaskan pentingnya WHO untuk meningkatkan kinerja yang lebih efektif dan efisien melalui WHO General Programme of Work (GPW) ke-13 tahun 2019-2023.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI dalam intervensinya mengenai pelaksanaan anggaran WHO 2018-2019 dan usulan anggaran WHO 2020-2021 pada Pertemuan Programme, Budget and Administration Committee (PBAC) Executive Board WHO yang diselenggarakan tanggal 21-23 Januari 2019 di Jenewa.

Lebih lanjut Menteri Kesehatan RI menegaskan bahwa,meningkatnya tantangan kesehatan global menuntut WHO bekerja lebih efektif dan efisien serta fokus kepada target yang akan dicapai melalui GPW ke-13.

Menteri Kesehatan RI juga menegaskan, mekanisme baru WHO berbasis kinerja atau value for money dapat meningkatkan capaian program yang lebih efisien.

Dalam kaitan ini, Menteri Kesehatan RI antara lain mendorong WHO untuk meningkatkan anggaran bagi penanganan penyakit tidak menular yang resiko kematian dan beban penyakitnya meningkat signifikan secara global.

Dukungan Transformasi WHO

Di sisi lain, Nila juga menyampaikan dukungannya terhadap proses transformasi WHO yang sejalan dengan United Nations Development Reform agar seluruh badan-badan PBB di masing-masing negara dalam menjalankan programnya dikoordinasikan oleh UN Resident Coordinator.

Reformasi badan PBB tersebut diharapkan dapat mendorong badan-badan PBB lebih bersinergi dan terarah serta menghindari duplikasi program.

Ia juga menekankan pentingnya implementasi Framework Engagement with Non-State Actors (FENSA) dan mengoptimalkan keterlibatan Non-State Actors (NSA) dalam program-program WHO namun tidak mempengaruhi mandatnya sebagai organisasi antar Pemerintah.

Salah satu agenda pertemuan lainnya yang menjadi perhatian Indonesia adalah global internship program WHO.

Program magang di kantor WHO pusat di Jenewa ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk dapat dimanfaatkan mengembangkan potensi para professional kesehatan muda Indonesia untuk memperluas wawasan dan pengalaman.

Menteri Nila, seperti yang diinformasikan Sehatnegeriku.kemkes.go.id, meminta WHO untuk lebih membuka peluang keikutsertaan program magang tersebut bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menteri Kesehatan RI menghadiri Pertemuan PBAC di Jenewa dalam kapasitas sebagai anggota Executive Board WHO periode tahun 2018-2021 dan terpilih sebagai anggota PBAC periode 2019-2020.