Menteri ESDM Jawab Telak Tudingan Sudirman Said Soal Divestasi 51 Persen

INFONAWACITA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjawab tudingan mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut ada kerugian dari poin-poin divestasi 51 persen saat dirinya masih menjadi Menteri ESDM. Jonan memastikan pemerintah tidak memakai poin-poin perundingan pengambilalihan 51 persen yang disusun era Sudirman Said.

“Perundingan-perundingan sebelum Menteri ESDM Ignasius Jonan, tidak dijadikan sebagai dasar dalam perundingan Freeport yang telah disepakati tahun lalu itu,” ungkap Jonan dalam konperensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/2/2019) seperti termuat dalam keterangan resmi.

Jonan mengemukakan, waktu dirinya ditugaskan sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2016, Presiden arahannya jelas, agar dirinya mencoba menyelesaikan perundingan dengan Freeport.

“Saya sempat tawarakan Presiden untuk bertemu CEO Freeport McMoran, waktu itu sudah Richard Adkerson (bukan James Moffet), tapi Presiden tidak mau bertemu,” kata Jonan.

Menurut Jonan, arahan Presiden kepada dirinya sudah jelas, harus divestasi 51%, bangun smelter, merubah KK (Kontrak Karya) jadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) dan penerimaan negara harus lebih besar.

“Sudah itu saja. Lalu kita di Tim Menteri yang berunding dengan Freeport, yang hasilnya sudah kita ketahui semua,” ungkap Menteri Jonan.

Perundingan era Sebelumnya Sudah Tak Relevan

Karena itu, tegas Jonan, apabila ada pertemuan, perundingan atau surat yang terjadi sebelumnya, hal tersebut sudah tidak relevan karena tidak lagi dijadikan dasar perundingan.

“Dengan ditugaskannya saya jadi Menteri ESDM, perundingan start dari nol. Dan perundingan atau surat sebelum-sebelumnya tidak dijadikan dasar lagi. Kalau seandainya dijadikan dasar, enggak mungkin dong kita bisa dapat divestasi 51%,” pungkas Jonan.

“Jadi apa yang ditulis di surat saat pendahulu-pendahulu saya jadi itu tidak dipakai, kita hanya berunding dengan basis baru. Jikalau toh ada pertemuan itu, kan nggak relevan, kan tidak kita pake juga,” tambah Jonan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson, dengan Presiden Jokowi, Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan, Presiden tidak pernah menerima Richard Adkerson secara khusus untuk membahas masalah Freeport. Pertemuan hanya terjadi saat selesainya divestasi 51% Freport pada 21 Desember 2018 lalu.

“Presiden tidak pernah menerima Freeport secara khusus di jaman saya. Sampai ditandatanganinya IUPK baru ketemu dengan presiden, Itu saja,” tegas Jonan.

Sebelumnya Sudirman Said yang juga tim sukses dari Prabowo-Sandi menuding ada kerugian poin-poin divestasi Freeport 51 persen yang disusun di eranya. Saat itu kata Sudirman Said, Presiden Jokowi menerima saja poin-poin yang ditawarkan oleh Freeport McMoRan.