Menteri Agama Akui Istri Terduga Teroris di Sidoarjo Beristrikan PNS Kemenag, Akan Ambil Langkah Ini

Kepala BPKH Anggito Abimanyu mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin menjawab wartawan usai Rapat Terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (26/4). (Foto: Agung/Humas)
Kepala BPKH Anggito Abimanyu mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin menjawab wartawan usai Rapat Terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (26/4). (Foto: Agung/Humas)

INFONAWACITA.COM – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengakui jika terduga Budi Satrio (48), salah satu gembong teroris yang ditembak mati Detasemen Khusus (Densus) 88 di Sidoarjo, Senin (14/5/2018) kemarin, memiliki istri. Sekaligus berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama (Kemenag).

“Jadi memang betul yang bersangkutan adalah istri dari terduga teroris itu. Kami sedang melakukan komunikasi terus dengan aparat penegak hukum,” kata Menag kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/8/2018).

Menteri Lukman menilai, ini pelajaran bagi Kemenag untuk lebih ketat. Lebih meningkatkan kewaspadaan bahwa seluruh ASN dan keluarganya harusnya betul-betul sesuai dengan sumpah dan janji ketika dia dilantik. Serta menaati Undang-Undang ASN.

Menurut Menteri Lukman, Kemenag memiliki satuan kerja (Satker) yang terbanyak di antara Kementerian/Lembaga (K/L) yang ada. Ia menjelaskan, tidak kurang dari 220.000 jumlah ASN yang ada di Kementerian Agama.

Dengan banyaknya ASN, Menteri Lukman melanjutkan, tentu kemampuan Kemenag untuk betul-betul bisa mengetahui berbagai aktivitas setiap ASN terbatas. “Kita tidak tahu di luar kantor ASN kita melakukan apa saja,” ujarnya.

Menteri Lukman berjanji akan tegas memberikan sanksi kepada Aparatus Sipil Negara (ASN), ketika jelas-jelas bisa dibuktikan yang bersangkutan melanggar hukum. Lalu melanggar sumpahnya, melanggar seluruh regulasi aturan khususnya Undang-Undang ASN.

Istri Teroris

Terduga teroris Budi Satrio (48) tewas saat digerebek Densus 88 di kediamannya Puri Maharani, Sukodono, Malang, Jawa Timur (Jatim), Senin (14/5/2018) kemarin.

Dari kediaman Budi Satrio, aparat juga menangkap lima terduga teroris lain. Serta sejumlah bom aktif yang disimpan di rumah tersebut.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki secara terpisah menjelaskan, istri Budi Satrio merupakan PNS Kemenag. Bertugas, seperti dikutip dari setkab.go.id, sebagai staf tata usaha kepegawaian kota Surabaya sejak 2003.