Menperin: Di Riau, IKM Makanan dan Tenun Kian Prospektif

(Foto: kemenperin.go.id)

INFONAWACITA.COM – Iklim usaha industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Riau yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan kerajinan tenun semakin prospektif dan kompetitif.

“Kami terus memacu IKM tenun di Riau dapat lebih tumbuh dan berkembang menjadi sektor unggulan. Sementara untuk IKM makanannya telah mampu berkontribusi cukup besar dalam menopang ekonomi daerah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja di Riau, Sabtu (15/12/18). Turut mendampingi, Dirjen IKM Gati Wibawaningsih dan Kepala Dinas Perindustrian Prov. Riau Asrizal.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada tingkat nasional, IKM makanan dan minuman menyumbang hingga 40 persen terhadap produk domestik bruto IKM secara keseluruhan, dan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 42,5 persen dari total pekerja di kelompok IKM. Saat ini, jumlah IKM lebih dari 4,59 juta unit usaha dengan telah melibatkan sebanyak 10,57 juta orang sebagai tenaga kerjanya.

Sedangkan, jumlah sentra IKM tenun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 369 sentra yang menaungi sebanyak 16.971 unit usaha. Kain tenun sebagai salah satu produk wastra Nusantara andalan, mampu menjadi penyumbang devisa negara yang cukup signifikan. Ini terlihat dari nilai ekspornya pada tahun 2016 yang menembus USD2,6 juta dengan negara tujuan utamanya ke Belanda.

Meninjau IKM Tampuk Manggis Tenun Melayu

Menperin dan rombongan meninjau gerai IKM Tampuk Manggis Tenun Melayu. Usaha yang dirintis sejak tahun 2012 oleh Erlina ini awalnya dengan modal Rp2 juta dan 2 orang tenaga kerja, menghasilkan omzet Rp100 ribu per bulan. Namun, setelah mendapat program bimbingan dan pelatihan, saat ini IKM penghasil tenun songket Siak ini mampu meraih omzet Rp200-300 juta per bulan dengan menggandeng sebanyak 50 pengrajin.

“Sebenarnya motif tenun Siak ya itu-itu saja, tetapi saya terus padupadankan untuk memainkan motif,” jelas Erlina sebagaimana keterangan pers kemenperin.go.id.

Dari hasil inovasinya, ditemukan lima motif Tenun Tampuk Manggis terbaru dengan mengambil inspirasi unsur alam. Misalnya, motif variasi bunga cengkeh, bunga kembar siam, dan bunga seroja.

Hasil karya tenun dari para pengrajin binaan Erlina ini banyak diminati konsumen karena terkenal halus, rapi, dan berkualitas. “Kami memang selektif memilih bahan bakunya. Untuk benang, kami dapat dari Surabaya dan Bandung,” terangnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita juga memberikan pujian kepada pelaku IKM tenun tersebut. Dia senang terhadap motif produknya yang beragam dan bermutu. “Tolong carikan motif dan warna yang sama, supaya nanti saya bisa kembaran dengan istri dan anak saya,” ungkapnya.