Menperin Ajak Diaspora Terlibat Revolusi Industri 4.0

Menperin Airlangga Hartarto bertemu diaspora di Korea Selatan (foto: Kemenperin.go.id)

INFONAWACITA.COM – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengajak diaspora Indonesia di Korea terlibat dalam implementasi revolusi industri 4.0. Saat ini kata Menperin, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tengah gencar manjalankan strategi revolusi industri 4.0.

“Pembentukan strategi tersebut guna mendukung kinerja industri nasional di era digital, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelasnya saat menjadi pembicara pada Seminar Ikatan Alumni Perpika di Seoul, Sabtu (8/9/2018) waktu setempat seperti termuat dalam keterangan resmi.

Aspirasi besar dari Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

Peluang kerja sama antara pemerintah dengan diaspora, misalnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya di bidang perindustrian nasional melalui kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi terkini. “Salah satu langkah strategis dalam menerapkan roadmap Making Indonesia 4.0, yakni pembangunan infrastruktur digital dan ekosistem inovasi,” ungkap Airlangga.

Menteri Airlangga menyatakan, beberapa perusahaan global sudah membangun pusat penelitian dan pengembangan (RnD) di Indonesia. “Contohnya, Apple di Tangerang, kemudian Daihatsu di Karawang yang punya RnD center dan fasilitasnya lebih bagus daripada di Jepang, bahkan produknya juga dijual ke Jepang,” sebutnya.

Hal ini kata Airlangga, tidak terlepas dari peran pemerintah yang fokus pada pengembangan SDM dalam membangun ekosistem inovasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Diaspora Indonesia di Korea pun menyambut baik ajakan pemerintah. Meski demikian mereka berharap kepada pemerintah agar dapat menghilangkan birokrasi yang sulit untuk mempemudah investor berbisnis di Indonesia. Apalagi pemerintah tengah aktif menarik investasi guna memperbaiki struktural ekonomi nasional.

Airlangga pun menyambut baik kritikan tersebut. Menurutnya saat ini pemerintahan Jokowi-JK juga tengah berupaya melakukan deregulasi besar-besaran agar mempermudah investasi.

“Untuk investasi, saat ini sudah ada Online Single Submission (OSS). Jadi sudah lebih mudah dan cepat. Bahkan, bagi mereka yang mau investasi di kawasan industri yang sudah tersedia, pemerintah jamin tiga jam perizinannya selesai,” jawab Airlangga.