Menkes Ungkapkan Fatwa MUI Sama Sekali Tidak Menolak Imunisasi

ilustrasi imunisasi. foto: elshinta.com

INFONAWACITA.COM – Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek memberikan tanggapan seputar adanya edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di salah satu provinsi yang dikatakan menolak imunisasi. Pada kesempatan tersebut Menkes menyatakan bahwa MUI tidak menolak imunisasi.

“Saya kira tidak, ya. MUI tidak menolak. Karena sudah ada fatwa MUI tentang imunisasi nomor 4 tahun 2016,” ujar Menkes. Ia menyatakannya kepada sejumlah media usai meninjau pelaksanaan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR).

Menurut Nila, bidang kesehatan saat ini tetap mengacu pada fatwa tersebut yang menyatakan bahwa apabila untuk mencegah dampak penyakit yang berbahaya maka imunisasi dibolehkan.

“Untuk mencegah suatu kerugian maka ini harus dilakukan, imunisasi diperkenankan,” jelasnya seperti yang dilansir dari Sehatnegeriku.kemkes.go.id, Kamis (2/8/2018).

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan MUI dan memang kita terus berproses agar vaksin atau imunisasi ini benar-benar merupakan sesuatu yang jelas manfaatnya, kebaikannya dan patut digunakan di masyarakat. Karena sesuatu yang belum memiliki sertifikat halal tidak lantas disebut haram.

Perlu diketahui bahwa tidak banyak negara di dunia yang mampu memproduksi vaksin MR, saat ini baru India dan China.

Vaksin produksi India

Vaksin MR yang rekomendasi WHO untuk pelaksanaan imunisasi MR yang diintroduksikan ke dalam program nasional Indonesia adalah produksi dari negara India. Hingga saat ini, pengurusan sertifikasi masih terus berproses di produsen asal vaksin MR tersebut.

Vaksin MR efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella, aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia. Vaksin MR yang digunakan telah mendapat izin edar dari Badan POM.

Sebelumnya, mengacu pada surat rekomendasi yang pernah diterbitkan pada 31 Juli 2017 lalu, Komisi Fatwa MUI memandang bahwa penyelenggaraan imunisasi, termasuk imunisasi Measles Rubella (MR) adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengantisipasi dampak negatif penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (RA/yi)