Mendagri: Politik SARA Racun Demokrasi dan Peradaban

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

INFONAWACITA.COM – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengajak semua pihak melawan kampanye politik yang berbau Agama, Suku dan Ras (SARA). Karena kampanye politik yang mempolitisasi SARA, merupakan racun demokrasi, bahkan merusak peradaban.

Tjahjo mengatakan itu saat memberi kata sambutan di acara Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA dalam Pilkada 2018, di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Dalam kesempatan itu, Tjahjo mendukung deklarasi Bawaslu. Menurutnya, politik uang dan politisasi SARA memang harus dilawan, sebab merupakan racun demokrasi. Bahkan, sangat berbahaya. Karena politik uang dan politisasi SARA tidak hanya merusak demokrasi, tapi juga bakal merusak peradaban.

“Ini bisa merusak peradaban, merusak demokrasi dan bisa menghancurkan sendi-sendi politik kenegaraan,” kata Tjahjo dikutip dari laman Kemendagri, Minggu (11/2/2018).

Tanggung jawab bersama

Tentu melawan politik uang dan politisasi SARA bukan hanya tugas penyelenggara pemilu seperti Bawaslu. Tapi tanggungjawab semuanya. Semua elemen masyarakat, termasuk media massa mesti ikut menabuh genderang perang terhadap racun demokrasi dan perusak peradaban.

“Politik uang dan masalah SARA harus dan wajib kita lawan bersama. Tentunya semua media, semua elemen masyarakat harus melawan,” katanya.

Terkait netralitas aparat dalam Pilkada, Tjahjo percaya Kapolri dan Panglima TNI dengan seluruh jajarannya bisa menjaga netralitas.