Menang Kasasi, Kejati Sulselbar Akhirnya Tahan Mantan Bupati Barru

foto: kejati-sulsel.go.id

INFONAWACITA.COM– Menang kasasi di Mahkamah Agung RI akhirnya Kejaksaan Negeri Baru bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan & Barat dapat menahan terpidana korupsi dan pencucian uang Mantan Bupati Barru Andi Idris Syukur pada Kamis (12/10).

Dalam rilis yang di dapat Infonawacita.com Andi dikenakan pidana selama empat setengah tahun serta denda sebesar Rp250 juta dan subsidiar pidana kurungan selama 8 bulan.

Berdasarkan Putusan Mahakamah Agung Andi dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001v tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ia juga terbukti sah dan bersalah atas tindak pidana Pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Memaksa Investor Semen di Barru

Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Pejabat negara ini bermula dari perbuatannya saat menjabat sebagaiĀ  Bupati Barru yang telah memaksa PT. Bosowa Group selaku investor pabrik semen di Kabupaten Barru untuk memberikan sebuah kendaraan Mitsubhisi Pajero Sport 2.5D GLX.

Hal ini berkaitan dengan pemberian izin explorasi tanah liat dan batu gamping sebagai bahan baku pembuatan semen (portland).

Pada tingkat pertama, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar pun pada 22 Agustus 2016 lalu telah menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Andi pun dijatuhu hukuman empat setengah tahun penjara dan pidana denda Rp250 juta serta subsider kurungan selama 8 bulan.

Namun, Di tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Makassar membatalkan Putusan Pengadilan Tipikor tersebut dan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan, sehingga Jaksa Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat Jan S. Maringka menyampaikan dalam pelaksaan putusan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap tersebut, terpidana Andi bersikap kooperatif, sehingga eksekusi dapat berlangsung dengan lancar.