Menag Usulkan Penambahan Kuota Haji Jemaah Indonesia

Jemaah haji Indonesia (foto: detik)

INFONAWACITA.COM – Dalam rapat persiapan pembahasan Mou dengan Kementerian Haji Arab Saudi, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin akan mengusulkan adanyan tambahan kuota haji bagi jemaah Indonesia.

Menurut Lukman, pembahasan kuota menjadi prioritas utama dalam MoU. “Dari sisi kepentingan dan prioritas, poin paling penting dalam MoU adalah kuota jemaah haji,” jelas Lukman seperti yang diinformasikan melalu kemenag.go.id Senin, (25/12)

Lukman menilai diperlukan penyesuaian jumlah kuota jemaah haji Indonesia, mengingat belum ada perubahan jumlah kuota dasar sebesar 211 ribu jemaah. Angka ini sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jumlah penduduk muslim Indonesia. Kuota haji 1439H setidaknya sama dengan 2017, sebesar 221 ribu jemaah.

Prioritas selanjutnya, kata Menag, adalah peningkatan kuota petugas haji. Diharapkan pada musim haji 1439H/2018M jumlah petugas haji lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Usulan Perbaikan 
Dalam pembahasan MoU haji, Kementerian Agama juga akan mengusulkan sejumlah langkah perbaikan, antara lain, minimal space di Mina sebesar 1,6 m2/jemaah, penentuan waktu maksimal perolehan informasi lokasi dan luas tenda dari muassasah, dispensasi visa berbayar bagi petugas yang sebelumnya sudah pernah berhaji, integrasi sistem imigrasi untuk kemudahan dan kecepatan proses imigrasi dan lain sebagainya.

Rapat pembahasan ini diikuti Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali bersama jajarannya. Hadir pula Konsul Jenderal RI di Jeddah serta staf teknis Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah.

Menurut Nizar, kuota jemaah haji setiap negara dihitung dari jumlah penduduk muslim sesuai dengan kesepakatan negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) tahun 1987. Berdasarkan data proyeksi penduduk dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk muslim tahun 2017 berjumlah 228,6 juta orang, karenanya kuota dasar jemaah haji harus disesuaikan. (RA)