Menag: Sastra dan Agama Tak Bisa Dipisahkan

INFONAWACITA.COM – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakin Saifudin menghadiri Muktamar Sastra pertama yang digelar di Auditorium Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo pada Rabu (19/12/2018). Gelaran yang diikuti ratusan sastrawan perwakilan daerah di seluruh Indonesia ini digelar pesantren Situbondo bekerjasama dengan LTN PWNU Jawa Timur dan TV9.

Menag menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi keberlangsungan muktamar ini. “Saya menjamin Muktamar Sastra ini akan terus berlangsung di tahun mendatang,” tegasnya sambil dikuti tepuk tangan ribuan santri dan sastrawan yang hadir.

Pernyataan ini disampaikan saat memberikan sambutan pembukaan Muktamar Sastra sekaligus menjawab harapan Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dan Pemimpin TV9 KH Misbahul Munir.

“Sastra dan agama dalam konteks Indonesia, meski berbeda, tapi tidak bisa dipisahkan. Kemenag komit bagaimana kehidupan sastra tetap terjaga dan terawat di masa mendatang,” tutur Menag.

Sebelumnya, mewakili TV9, KH Misbahul Munir berharap muktamar ke depan bisa difasilitasi oleh Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Harapan Pengasuh Pesantren

Hal sama disampaikan KHR Azaim. Kepada Menag, pengasuh pesantren ini secara khusus berharap muktamar berikutnya bisa difasilitasi Kementerian Agama. Menurutnya, pesantren adalah dunia sastra yang sesungguhnya. Dia berharap dari kegiatan ini, akan tumbuh gerakan sastra yang lebih besar dan luas, seperti yang dilansir dari Kemenag.go.ig.

Muktamar Sastra akan berlangsung hingga 20 Desember 2018. selain itu, turut hadir dalam pembukaan ini, Gus Mus, Budayawan KH D Zawawi Imron, Bupati Situbondo, serta ribuan santri yang memadati Auditorium Pesantren Salafiyah.

Kegiatan tersebut didesain dalam sidang pleno dan diskusi panel. Gus Mus dijadwalkan akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan tajuk “Santri, Sastra, dan Peradaban”.

Sub tema yang akan dibahas hingga besok, antara lain: Sejarah Kasusastraan Pesantren, serta Pergumulan Kasusastraan di Indonesia. Akan diputar dan didiskusikan juga film Da’wah dan Jalan Da’wah Pesantren.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam Muktamar Sastra, antara lain: KH R Achmad Azaim Ibrahimy, KH D Zawawi Imron, KH Mutawakkil Alallah dan Emha Ainun Nadjib