Mau Tahu Program Terobosan Menteri Ini? Berikut 5 di Antara Sekian Banyak Inovasinya

Presiden Jokowi bersama 5 menteri Perempuan, salah satunya Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar pada puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/12/2017). (Foto: menlhk.go.id).
Presiden Jokowi bersama 5 menteri Perempuan, salah satunya Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar pada puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/12/2017). (Foto: menlhk.go.id).

INFONAWACITA.COM – Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo memuji kinerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang dinilai memiliki berbagai program terobosan di dalam sektor kehutanan.

“Hemat saya, Ibu Siti Nurbaya adalah salah satu menteri terbaik yang dimiliki Presiden Jokowi saat ini,” kata Mukhtar Tompo seperti dikutip dari Antara pada Minggu (24/12).

Nah, apa saja programnya? Kita telusuri, yuk, satu-satu.

1. Berpihak Terhadap Komunitas Adat

Menurut Mukhtar, di zaman Menteri Siti ada keberpihakan terhadap komunitas adat. Contohnya, ia menyebut, dengan adanya penetapan sembilan hutan adat. Serta mengeluarkan wilayah adat Pandumaan-Sipituhuta seluas 5.172 hektare dari konsesi yang dimiliki sebuah perusahaan.

2. Alokasi 12,7 Juta Hektar Perhutanan Sosial

Selain itu, lanjut Mukhtar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terlihat berpihak terhadap masyarakat. Ini ditunjukkan dengan adanya pengalokasian 12,7 juta hektar hutan untuk kegiatan perhutanan sosial.

3. Tegas

Selain itu, Ibu Menteri juga dipandang tegas. Khususnya dalam penegakan hukum terkait kehutanan.

“Di sisi penegakan hukum, pemberian sanksi-sanksi pada perusahaan pembakar hutan. Serta pengendalian pencemaran lingkungan. Itu merupakan prestasi divisi penegakan hukum yang baru terbentuk di era menteri saat ini,” ujar Mukhtar.

Mukhtar juga memberikan contoh lain ketegasan Menteri LHK. Ia menyebut, penyegelan tempat pembuangan illegal Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Berupa limbah medis/limbah Rumah Sakit di daerah Cirebon belum lama ini.

Indonesia juga menjadi contoh negara pertama di dunia dengan lisensi Forest Law Enfrocement and Governance and Trading (FLEGT). Ini dinilai turut berkontribusi dalam penurunan praktik illegal logging di Indonesia.

4. Juga Perduli Dengan Iklim

Mukhtar juga mengingatkan, selama dua tahun terakhir, tidak pernah lagi terlihat kebakaran hutan. Khususnya semassif seperti yang terjadi pada 2015.

Lalu terkait implementasi Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), Indonesia juga telah berkomitmen. Sebut saja dengan meratifikasi Perjanjian Paris dengan UU No 16/2016.

“Inilah UU yang paling cepat disahkan di Komisi VII periode ini. Tentu saja tak lepas dari kepiawaian Ibu Siti Nurbaya. Mengkomunikasikan pentingnya ratifikasi Perjanjian Paris dalam hukum positif di Indonesia,” ujar Mukhtar.

5. Teguh Atas Keputusan

Sebelumnya, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja juga memberi penilaian. Ia menilai kinerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dengan beragam terobosan yang telah dilakukan.

Mantan Men-PAN pada Kabinet Pembangunan V inipun mengatakan, di era Presiden Jokowi sudah banyak terjadi perubahan. Khususnya di lingkup kerja Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia.

Di era Menteri LHK Siti Nurbaya, kata Sarwono, memang dilahirkan beberapa kebijakan berani yang belum pernah dilakukan pendahulunya. Seperti keluarnya PP tentang Perlindungan Gambut. Serta penegakan hukum lingkungan yang berani menyasar korporasi nakal. Meski banyak mendapat tekanan, KLHK hingga saat ini diketahui masih teguh mempertahankan kebijakan-kebijakannya.