Mau Tahu 5 Alasan Kerennya Dai Milenial Untuk Zaman Now, Gus Muwafiq?

Gus Muwafiq. (Foto: Istimewa).
Gus Muwafiq. (Foto: Istimewa).

INFONAWACITA.COM – Nahdlatul Ulama (NU) memiliki salah satu sosok pendakwah Islam yang mumpuni. Tentunya dari sekian banyak pendakwah yang memang sudah dimiliki oleh NU.

Nah, jika para generasi millenials ingin mencari pendakwah yang teduh, inspiratif dan kaya akan makna. Sekaligus juga santai serta tidak radikal, nama Kiai Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq bisa jadi acuan.

Untuk mengeceknya, cukup ketik di kolom pencarian youtube dengan nama Kiai Gondrong itu: Gus Muwafiq. Berbagai tema dan persoalan mutakhir terpampang jadi bahasan oleh pendakwah kelahiran Lamongan dan kini tinggal di Yogyakarta itu.

Mengapa Gus Muwafiq? Berikut 5 alasan yang perlu menjadi pertimbangan, seperti dikutip dari sini.

Gus Muwafiq saat Kirab Santri Diponegoro. (Foto: Istimewa).
1. Santri yang Mumpuni

Gus Muwafiq merupakan santri yang sudah lama mengenyam pendidikan pesantren. Sehingga pemahaman keagamaannya mumpuni dan khas. Khasnya adalah pemahaman Islam yang dianut mayoritas muslim Indonesia.

Muslim Indonesia merupakan muslim yang menganut empat madzhab, khususnya Imam Syafi’i (Syafi’iyyah) yang lebih dominan. Selain itu, Islam jebolan pesantren terbukti mampu berjabat erat dengan tradisi dan budaya Nusantara. Jadi, soal khasanah Islam dalam Al-Quran, Hadits, maupun kitab-kitab klasik, Gus Muwafiq sangat dipastikan mumpuni.

2. Soal Sejarah, Bukan Sekedar Paham Tapi Hafal

Gus Muwafiq merupakan sosok yang sadar dan paham sejarah. Mengapa sejarah penting? Karena dengan berpijak pada sejarah itulah, umat Islam membangun masa depan.

Gus Muwafiq juga memiliki pemahaman yang baik atas sejarah. Mulai dari teori penciptaan alam semesta, jaman nabi-nabi, sejarah Islam pasca Nabi Muhammad SAW, geo-ekopol Internasional, sampai sejarah Nusantara.

Oh ya, hafalan beliau juga sangat kuat. Tidak hanya sekedar mengerti. Tetapi juga memahami.

Mulai dari berbagai silsilah keilmuan, tokoh maupun dinasti, Gus Muwafiq hafal diluar kepala. Ini memudahkan yang ingin mencerna pola-pola dalam belajar agama.

Dari kiri ke kanan: Gus Muwafiq, Gus Dur dan Gus Fawaid As’ad. (Foto: Instagram/@cerita_tebuireng).
3. Mantan Aktivis

Sebelum keliling dakwah seperti sekarang, beliau telah mumpuni menjadi aktivis kampus. Gus Muwafiq aktif di lingkaran PMII dan Mahasiswa NU. Pengembaran intelektual dan “Jalanan”-nya, ia tempuh dari kota pelajar: di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahkan sampai ke mancanegara karena pernah menjadi Sekretari Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara.

Tentu saja ini menjadi salah satu keunggulan. Dengan itu, mengetahui konsep hingga wacana Islam kontemporer. Juga tahu medan, peta politik, serta bergelut dengan realitas. Wajar jika kemudian Gus Muwafiq, selain keliling Indonesia, juga sering di undang ceramah ke luar negeri.

4. Humoris

Jangan heran kalau kamu berlama-lama menyimak pengajian beliau, entah online maupun offline, tak bosan. Gus Muwafiq memiliki pembawaan yang kocak dan selalu dibalut dengan humor. Humor memang menjadi penting dalam suatu ceramah karena membuat jamaah tidak ngantuk. Tidak jenuh dan menjadikan otak kembali segar.

Gus Muwafiq saat menyampaikan dakwahnya. (Foto: Istimewa).
5. Isi Dakwahnya Mudah Dicerna

Bahasa yang digunakan Gus Muwafiq adalah bahasa para pendengarnya. Jika di kampus, dengan para mahasiswa atau akademisi, beliau bisa dengan bahasa ilmiah. Jika dengan masyarakat awam, beliau bisa cerita dengan nalar, tradisi dan psikologi umum masyarakat. Jika dengan para pemuda, beliau juga bisa santai dan tahu apa yang sedang nge-hits dan menjadi tantangan generasi muda hari ini.

Nah, itulah sekilas sosok Gus Muwafiq. Mungkin ini sedikit membantu memantapkan para generasi millenials zaman now dalam memilih dai. Khususnya jika ingin mendengarkan pengajian online via youtube.

Semua karena jangan sampai salah memilih pendakwah. Jika salah, akibatnya bisa terprovokasi. Alih-alih mendapat ilmu, malah mendapat kebencian. Bahkan yang paling ekstrim, justru malah menjadi takfiri. Atau dengan kata lain mengkafirkan manusia lain, bahkan sesama Muslim. Jadi, selamat menikmati pengajian-pengajiannya!