Masih Ingat Wisudawan yang Diantarkan Ayahnya dengan Becak? Begini Nasibnya Sekarang

Wisudawan terbaik Unnes Raeni diantarkan sang ayah dengan becak (foto: Kompas.com)

INFONAWACITA.COM – Masih ingat wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang sempat viral karena diantarkan ayahnya menggunakan becak saat hendak mengikuti prosesi wisuda? Saat ini wanita bernama Raeni itu dikabarkan berhasil menerima beasiswa di Universitas Brimingham, Inggris untuk program S3.

Seperti diketahui, foto Raeni yang menggunakan toga lengkap dengan baju wisuda sempat viral pada tahun 2014 lalu. Ia diantarkan sendiri oleh ayahnya yang juga tukang becak untuk menghadiri prosesi wisuda. Saat itu ia juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Unnes.

Diberitakan Kompas.com pada Minggu (4/3/2018), Raeni berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan S3 di Universitas Brimingham, Inggris dari program LPDP.

“Alhamdulilah tanggal 19 Januari kemarin baru pengumuman saya mendapatkan beasiswa LPDP, dan bila tidak ada halangan akan berangkat ke Birmingham pada September tahun ini,’” ujar Raeni seperti dikutip Kompas.com.

Meski demikian, wanita yang juga sudah menjadi dosen di jurusan pendidikan Ekonomi konsentrasi Pendidikan Akuntansi Unnes Semarang menjelaskan, proses untuk mendapatkan beasiswa tidak mudah. Berbagai rintangan ia harus lewati, misalnya saja, di awal ia mendapatkan shortlist beasiswa yang ternyata tidak menanggung keseluruhan biaya studi.

“Awalnya saya dinominasikan dalam shortlist beasiswa dari kampus, namun untuk Internasional Student tidak mengcover semua biaya. Jadi saya menyampaikan ke kampus bahwa saya tidak bisa menerima hanya partically funded,” ujarnya.

Selanjutnya ia mencoba mendaftar Beasiswa Unggulan Dikti dan LPDP, yaitu beasiswa untuk dosen. Namun Raeni terkendala belum mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Raeni saat itu masih mempunyai Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) yang membuatnya tidak bisa mendaftar.

“Lalu saya mendaftar beasiswa lanjutan LPDP, awalnya belum diterima karena ada salah satu persyaratan yang belum memenuhi. Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk mendaftar lagi pada periode berikutnya dan lolos untuk direkomendasikan sebagai penerima beasiswa lanjutan dari magister ke doktoral LPDP,’’ papar Raeni.

Kehidupan Ekonomi Keluarga Membaik

Setelah dirinya berhasil menjadi lulusan terbaik di Unnes, kehidupan Raeni dan keluarganya memang berangsur-angsur membaik. Kini ayahnya sudah tidak perlu lagi mengayuh becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bahkan ia bersama kedua orang tuanya juga sempat menunaikan ibadah umroh beberapa waktu lalu. Raeni pun sangat bersyukur, sebab melalui pendidikan dan pekerjaan, dia bisa mengangkat derajat keluarganya.

“Tentu untuk mencapai kesejahteraan secara ideal, kami masih dalam proses, karena saya baru 1 tahun bekerja dan saya sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan tidak hanya secara material tetapi juga kebutuhan sosial” ungkap Raeni. (DS/zh)