Marak Tindakan Intoleransi di Indonesia, Gemayomi Nyatakan 5 Sikapnya

Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, yang mendapat serangan. (Foto: Twitter/@prastow)

INFONAWACITA.COM – Kasus penyerangan terhadap Gereje Santa Lidwina di Yogyakarta, mengundang reaksi dari banyak pihak. Salah satunya dari Gerakan Masyarakat Yogyakarta Melawan Intoleransi (GEMAYOMI).

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan NKRI, maka kita perlu menyikapi kejadian
akhir-akhir ini,” tegas pernyataan sikap dari GEMAYOMI yang diterima Infonawacita pada Senin (12/2/2018).

Bukan itu saja, GEMAYOMI juga menyoroti kasus-kasus kekerasan terhadap pemuka agama yang terjadi sejak awal 2018 ini.

“Dengan adanya tindakan intoleransi mulai dari kejadian di Jawa Barat hingga terakhir yang terjadi di Yogyakarta, untuk itu kami menyatakan sikap,” kata organisasi yang menaungi 32 elemen masyarakat itu.

Berikut 5 pernyataan sikap GEMAYOMI. Khususnya terkait dengan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini itu.

1. Lawan Tindakan Intoleransi

GEMAYOMI mengajak seluruh lapisan masyarakat melawan tindakan intoleransi. Terhadap kebebasan beribadah umat beragama.

2. Desak Aparat

GEMAYOMI mendesak aparat dengan tegas agar penegak hukum menyelesaikan kasus intoleransi dengan seadil-adilnya.

3. Minta Sultan HB X Lakukan Ini

GEMAYOMI memohon dengan hormat kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Raja dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta agar mengayomi masyarakat dengan arif dan bijaksana. Serta terlibat langsung dalam menyelesaikan kasus intoleransi.

4. Minta Sultan Bubarkan Ormas

GEMAYOMI Memohon dengan hormat agar Sri Sultan Hamengku Buwono X membubarkan ormas-ormas yang secara nyata menyebarkan rasa permusuhan antarumat beragama. Serta yang menciptakan kondisi intoleransi dan terorisme di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

5. Tolak Pergantian Wajah Yogyakarta

GEMAYOMI menolak segala bentuk deklarasi dan tindakan yang terang-terangan menggantikan predikat Yogyakarta sebagai city of tolerance.