Mantab, Stok Beras Nasional Melimpah!

Presiden Jokowi bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat melepas bantuan pangan bagi Sri Lanka di Kawasan Pergudangan Sunter, Bulog Divre DKI Jakarta, Selasa 14 Februari 2017. (Foto: setkab.go.id)

INFONAWACITA.COM – Melalui Kementerian Pertanian, pemerintah memastikan keamanan stok beras nasional. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama beberapa bulan mendatang. Mengingat juga, saat ini, masih ada panen padi di berbagai daerah di Tanah Air.

“Bukti bahwa saat ini masih ada panen, khususnya di Jateng bisa disaksikan hari ini (28/12) di Desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jateng,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono Kamino.

Sebelumnya, lanjut dia, dirinya juga mengunjungi Kabupaten Brebes, Jateng. Di sana, masih ada panen tanaman padi, seperti halnya di Kabupaten Pati.

Kabupaten lain yang hendak dikunjungi, yakni Kabupaten Rembang dan Jepara. Di lokasi itu juga masih ada panen tanaman padi untuk bulan Desember 2017.

Ia mengatakan, kunjungan ke Pati dan Rembang hari ini (28/12), dalam rangka meyakinkan kepada publik. Bahwa pada bulan Desember 2017, masih ada panen tanaman padi.

Dengan demikian, lanjutnya, kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan beras tidak perlu diperpanjang. Bahkan tak perlu memunculkan keinginan untuk melakukan impor beras.

“Masih adanya panen tanaman padi di Jateng, khususnya di Pati dan Rembang ini menjadi bukti. Publik tidak perlu terlalu khawatir dengan kekurangan beras,” ujarnya.

Stok Bulog Melimpah

Dengan serapan beras oleh Perum Bulog hingga 2,1 juta ton. Ditambah stok di gudang milik Perum Bulog, kata dia, ketahanan pangan saat ini bisa sampai bulan April hingga Mei 2018.

Untuk saat ini, lanjut dia, Perum Bulog memang tidak memungkinkan melakukan penyerapan. Terlebih lagi karena harga jual gabah maupun beras di pasaran cukup tinggi. Bahkan melampaui harga eceran tertinggi (HET).

“Kondisi harga yang di atas HET. Dilepaskan saja agar petani menikmati harga jual gabah atau beras di pasaran tinggi,” ujarnya.

Selebihnya, lanjut dia, ketika harga di bawah HET, maka Perum Bulog wajib mengamankan harga jual di pasaran. Caranya dengan melakukan penyerapan beras atau gabah petani.

Target Penyerapan Beras Nasional

Terkait target penyerapan beras secara nasional, dia optimistis, bisa tercapai. Apalagi, lanjut dia, dari target 1 juta ha tanam yang diberlakukan sejak bulan Agustus saat ini sudah bisa terealisasi. Bahkan bisa melampaui target 1 juta hektare tanam.

Ia mengungkapkan, bahwa kesuksesan menjaga produksi tersebut tidak terlepas dari instruksi Presiden Joko Widodo. Khususnya agar jajaran Kementerian atau lembaga terus bekerja.

Selanjutnya, kata dia, ditindaklanjuti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan terobosan luas tambah tanam (LTT) minimal satu juta hektare per periodenya.

“Luas tanam tanaman padi tersebut yang akan dipanen pada musim hujan,” ujarnya.

Sementara untuk tingkat produksi beras hingga akhir Desember 2017, kata dia, diprediksi mencapai 79 juta ton.

Ia mengingatkan kembali agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Sebabnya karena hingga sekarang masih ada panen.

“Atasan juga menginstruksikan kami untuk bersama-sama mengawal. Khususnya upaya mencapai swasembada pangan melalui upaya khusus (Upsus) tiga komoditas utama padi jagung kedelai (pajale),” ujarnya.

Hadir dalam panen tanaman padi jenis inpari 32 tersebut, selain dihadiri Dirjen Hortikultura Kementan RI juga hadir Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Muchtar Efendi serta Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan.

Salah seorang petani asal Desa Kedungsari Sukaryono mengakui, harga jual gabah yang baru dipanen dari sawah bisa mencapai Rp5.700 per kilogramnya.

Harga jual tersebut, kata dia, tergolong bagus bagi petani, karena cukup tinggi dibandingkan sebelumnya hanya berkisar Rp5.500/kg.

Hasil panen dari lahan seluas 2,5 hektare tersebut, dia memperkirakan, bisa menghasilkan gabah sebanyak 22,5 ton