Mamah Dedeh: Kepada Warga Nahdliyin Saya Mohon Maaf

Mamah Dedeh (foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Pembawa acara dakwah di salah satu stasiun televisi swasta, Dedeh Rosidah Syarifudin atau biasa dikenal Mamah Dedeh, meminta maaf secara langsung atas pernyataannya yang sempat viral soal penolakannya terhadap Islam Nusantara.

Pernyataan penolakannya itu terlontar pada 2015 silam, di stasiun televisi swasta nasional tempat ia biasa tampil. Akhir-akhir ini, pernyataanya itu memang kembali viral di media sosial. Di video 2015 tersebut, ia menyebutkan bahwa Islam Nusantara perlu dicoret.

Kini, Mamah Dedeh mengakui kesalahannya itu. Khususnya atas pernyataan yang akhirnya menuai kontroversi. Menurutnya ia telah salah paham terhadap konsep Islam Nusantara. Untuk itu ia menyampaikan permohonan maaf secara pribadi, langsung. Permohonan maaf tersebut disampaikannya pada Acara Mamah dan AA Beraksi secara live (langsung-red) baru-baru ini di stasiun TV yang sama.

“Kepada yang terhormat PBNU dan seluruh warga Nahdliyin di negara kita tercinta ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman dan pernyataan saya tentang Islam Nusantara. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kita mendapatkan rahmat keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya dalam acara tersebut seperti dikutip nu.or.id pada Rabu (4/7/2018).

Sebelumnya juga pada Selasa (3/7/2018) kemarin, perwakilan dari pihak anggota keluarga Mamah Dedeh juga telah meminta maaf atas ceramah Mamah Dedeh yang cenderung tergesa-gesa dan berlebihan. Khususnya dalam menafsirkan konsep Islam Nusantara.

“Saya sebagai wakil keluarga dari beliau, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang telah dilakukan di dalam dakwahnya. Baik disengaja maupun tidak disengaja. Mungkin itu karena ketidaktahuannya atau ada potongan setting sehingga terjadi misunderstanding alias salah paham,” katanya.

Pernyataan Mamah Dedeh sendiri sempat ditanggapi oleh Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur Ahmad Samsul Rijal. Menurut Rijal, tidak bisa ditampik juga bahwa faktanya Mamah Dedeh merupakan bagian dari NU. Sebab, sepengamatannya, referensi yang digunakan saat Mamah Dedeh menyampaikan dakwahnya juga tak jarang menggunakan kitab Fathul Mu’in, Fathul Qorib, dan seterusnya. Kitab yang juga masyhur di kalangan Nahdliyin.

“Mamah dedeh sebenarnya berangkat dan besar dari lingkungan nahdliyin. Dalam pengajian, pendekatan Fathul Mu’in dan Fathul Qorib dan lain-lain masih sering digunakan sebagai sumber referensinya,” ujarnya, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, ucapan Mamah Dedeh yang kontroversial tersebut diakibatkan dari terdesaknya Mamah Dedeh akan eksistensinya di televisi. Pada situasi demikian, paparnya, terkadang sesuatu yang berhubungan dengan ideologi pun akan tersisihkan. “Maka keinginan untuk menjaga pamor dakwah menuntunnya menyelisihi akar ideologis,” jelasnya. (DS/zh)