Mahfud MD: Keadilan Jadi Faktor Dominan Jaga NKRI

Mahfud MD. (foto: seknasjokowi.org)

INFONAWACITA.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan keadilan dalam berbagai bidang menjadi faktor dominan untuk dijaga demi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut dikatakan Mahfud dalam pembukaan Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) ke-10 di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/11).

Mahfud yang juga Ketua Umum Presidium Kahmi menjelaskan sebelum munas tersebut digelar, pihaknya telah melaksanakan simposium dengan melibatkan seluruh pakar.

Dalam simposium tersebut diambil salah satu kesimpulan penting yang perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia (NKRI).

Menurut dia, untuk menjaga salah satu pilar berbangsa dan bernegara itu, basis nasionalisme harus digeser atau diseimbangkan dalam penegakan hukum dan keadilan.

Kahmi dan HMI menilai, ancaman sebenarnya bagi Indonesia dalam menjaga keutuhan bangsa bukan serangan dari negara lain, tetapi ketidakadilan.

“Sampai kapanpun ketidakadilan itu akan mengancam kelangsungan bangsa,” katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengutip kalimat cendikiawan nasional yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Nurcholis Madjid yang sering dipanggil Cak Nur.

Ia mengatakan, Cak Nur pernah menulis bahwa sebuah negara akan kuat meskipun diperintah orang kafir, tapi negara akan hancur meski pemimpinnya Islam.

Bagi keluarga besar Kahmi dan HMI, kalimat yang disadur dari pendapat ulama tersebut adalah ‘dalil’ untuk mendorong terciptanya keadilan sesuai tema Munas Kahmi “Meneguhkan Kepemimpinan Berkeadilan Untuk Kejayaan NKRI”.

Kepemimpinan Yang Berkeadilan

Mahfud MD menilai, upaya menciptakan kepemimpinan berkeadilan tersebut mulai ditunjukkan pemerintah dengan mendukung dan memperkuat KPK untuk menindak pihak-pihak yang bersalah di mata hukum.

Apalagi, pihaknya juga menilai Polri juga sudah semakin menunjukkan sikap yang harmonis dengan KPK untuk memperkuat penegakan hukum di Tanah Air.

Secara kelembagaan, Kahmi juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang selalu mendukung kader-kader HMI.

“Saat unjuk rasa kemarin, ada beberapa kader HMI yang ditahan dan dinyatakan tersangka. Namun setelah ditelepon, dilepaskan pak Kapolri. Malah adik-adik kita itu dikasi uang untuk ongkos pulang dan makan di jalan,” katanya disambut tepuk tangan peserta pembukaan Munas Kahmi ke-10. (ANT/HG)