Luis Milla Aspas: Sepak Bola Indonesia Eksotis, Karena Penduduknya Penggila Bola

Luis Milla Aspas. (foto: fourfourtwo.com)

INFONAWACITA.COM – Luis Milla Aspas asal Spanyol sepakat menukangi Tim Nasional (Timnas) Indonesia setelah menandatangani kontrak dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), 20 Januari lalu.

Dalam kariernya sebagai pemain sepak bola profesional, Luis Milla pernah memperkuat Barcelona (1984-1990), Real Madrid (1990-1997) dan Valencia (1997-2001). Sepanjang kariernya sebagai pemain, ia sempat memperkuat Timnas Spanyol sebanyak tiga kali.

Sementara karier kepelatihannya, Luis Milla memulai debutnya sebagai pelatih di Tim Divisi III Spanyol UD Puzol pada musim 2006/2007. Sejak itu ia beberapa kali berpindah klub seperti CD Lugo, Real Zaragoza dan pernah juga melatih Al Jazira Sporting Club Uni Emirat Arab.

Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan sebagai pelatih, saat menukangi Timnas U-21 Spanyol (2010-2012). Pada tahun 2012, Luis Milla membawa Timnas U-21 Spanyol menjuarai Piala Eropa U-21 yang digelar di Denmark.

Keputusannya melatih Timnas Indonesia, cukup menarik perhatian media di Spanyol yang menilai keputusannya melatih Indonesia yang berada di rangking 173 FIFA seperti memutar haluan 180 derajat.

Berikut petikan wawancara Luis Milla Aspas dengan media Spanyol El Diario Vasco:

Luis Milla telah memutar haluan 180 derajat dalam karirnya. Setelah melatih Lugo dan Real Zaragoza dalam dua musim belakangan ini, mantan pelatih Timnas junior Spanyol telah menandatangani kontrak dengan Timnas Indonesia;

Sebuah ‘tantangan yang indah’ pada sebuah tim antah berantah dalam dunia sepak bola. Tidak mengherankan karena tim itu berada pada posisi 173 FIFA dan kini menatap Piala Dunia.

Apa makna tahapan baru ini bagi anda?

Ini adalah pengalaman yang indah, berada dalam sebuah proyek baru sebagai pelatih dari sebuah negara yang ingin bekerja dengan baik. Mereka (Indonesia/PSSI) telah melakukan pergantian dalam federasi dan sudah dua bulan ini mereka bekerja dengan orang-orang yang baru. Mereka ingin mengubah proyek kerja mereka dengan bantuan pelatih asal Spanyol dan mereka mempercayai saya.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Kesempatan ini muncul saat mereka sedang mencari pelatih Eropa, dalam hal ini seorang Spanyol, yang akan memberikan petunjuk dan menjadikan mereka lebih baik. Inilah gagasan utama yang akan kami kerjakan.

Ini adalah perubahan radikal dalam karir anda, apakah anda telah merencanakannya?

Ada hal-hal yang seringkali tidak terduga. Ini terjadi begitu cepat. Setelah dua musim di Divisi Dua Spanyol dan satu musim di Uni Emirat Arab datanglah kesempatan ini dan mereka menunjukkan ketertarikan yang besar. Ini adalah suatu kesempatan kerja dan sebuah tantangan yang indah karena saya selain menangani Timnas Indonesia, saya juga dapat memimpin Timnas U-22 dan U-23.

Apa yang anda ketahui tentang sepak bola di Indonesia?

Indonesia adalah Negara yang sangat jauh tetapi memiliki banyak hal untuk diketahui, termasuk negara-negara disekelilingnya. Dalam hal sepak bola saya kurang tahu tentang Indonesia. Ada liga utama yang perlu terus dikembangkan, namun mereka telah menggunakan pemain dan pelatih asing.

Bagaimana anda akan mendampingi para pemain?

Saya akan ke Indonesia dan mulai tanggal 8 Februari saya akan memulai pekerjaan saya, mencari sebanyak mungkin informasi dan melakukan pekerjaan dengan baik. Saya akan tinggal disana karena saya pikir itu adalah cara terbaik untuk bisa beradaptasi dengan mereka. Pekerjaan ini dapat dilakukan dari Spanyol, tetapi menurut saya akan lebih baik mendampingi seperti ini.

Indonesia tidak masuk dalam Piala Dunia 2018 di Rusia dan juga tidak masuk dalam Piala Asia 2019. Apakah hal ini akan mempengaruhi keputusan anda?

Hal ini telah saya ketahui. Ini tidak perlu dikomentari, maka itu mari kita melihat ke depan. Masuknya orang-orang baru yang telah lama menginginkan saya dan hal itu yang membuat saya tersanjung dan tentu saja hal ini yang memberikan saya semangat.

Apa target jangka pendek dan jangka panjang anda?

Pertama-tama untuk Timnas U-22 yang akan bertanding pada bulan Agustus melawan Tim Asia Tenggara. Idenya adalah memasukkanku dalam kompetisi, untuk berjumpa dengan calon lawan utama dan mencoba untuk menyampaikan apa yang kuinginkan dan melakukan yang terbaik dalam kompetisi itu.

Indonesia berpartisipasi dalam Piala Dunia 1938. Dalam format yang baru dari FIFA, apakah itu target yang tidak mungkin untuk mengulangnya?

Itu adalah target yang sulit dan rumit. Pada saat ini mari kita mencari target-target yang masuk akal. Mari kita bekerja dengan tim untuk memberikan yang terbaik dan semoga hasilnya kita semakin mampu bersaing.

Anda melatih Timnas U-21 Spanyol,  bagaiman pengalaman itu membantu anda?

Pengalaman itu sangat membantu. Saya bekerja dengan pemain-pemain muda dengan banyak talenta yang kini telah bermain di klub-klub besar. Pengalaman melatih mereka telah membantu saya untuk mengetahui suatu masa, dalam timnas hampir tidak ada waktu untuk bekerja tetapi ada pemain-pemain yang sangat baik. Saya akan mencoba mengatasi situasi ini dan melihat sampai kapan federasi (PSSI) memberi saya kepercayaan untuk bekerja bersama mereka, karena hal ini tentunya baru akan bisa saya hargai dan nilai dengan baik dari hari ke hari.

Bagaimana anda membandingkan sepak bola Spanyol dengan Indonesia yang anda anggap sangat eksotis itu?

Kamu bisa membayangkan seluruh negeri itu sangat menggilai sepak bola, terhadap timnas mereka dan pada klub-klub eropa, secara khusus pada liga-liga besar. Mereka sangat update dengan apa yang terjadi, mereka memiliki pengetahuan tentang sepak bola Spanyol dan hal ini bagi saya adalah sebuah kepuasan karena itu berarti bahwa saya dapat mengikuti sepak bola spanyol dari sini.

Apakah anda melihat kemungkinan untuk menanamkan model sepak bola Spanyol?

Model sepak bola Spanyol sudah sangat baik, tetapi membutuhkan waktu. Sangat penting untuk memulai dari dasar. Disana mereka ingin untuk menanamkan model sepak bola ini, memang ini adalah cara yang paling baik hanya saja membutuhkan proses panjang yang tidak saja membutuhkan talenta tapi juga persiapan dan yang paling penting mereka memiliki garis dan proyek yang jelas. (AK)