Libur Panjang Akan Beri Dampak Positif bagi Sektor Pariwisata di Sulawesi Utara

Jembatan Soekarno di Manado yang diresmikan pada Mei 2015. (foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Libur lebaran yang cukup panjang tahun ini memberikan dampak positif. Salah satunya, keuntungan bagi pelaku usaha yang bergelut sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Waktu libur lebaran kali ini sampai 10 hari, membuat semua objek wisata baik alam maupun buatan ramai dikunjungi pengunjung,” kata Ketua PHRI Sulawesi Utara (Sulut) Jhonny Lieke di Manado, Rabu (13/6/2018).

Jhonny mengatakan memang pengunjungnya paling banyak masyarakat lokal, karena jika berharap dari wisatawan domestik atau mancanegara sangat kecil.

Jika masyarakat banyak mencari lokasi wisata untuk berlibur, maka ini peluang baik untuk para pedagang, pelaku bisnis lainnya untuk meraup rezeki.

“Karena masyarakat akan mengeluarkan dana lebih untuk belanja,” jelasnya.

Roda EKonomi Berputar

Info terkait: Fakta Berbicara, Kebijakan Pemerintah Picu Wisatawan Mancanegara Banjiri Sulawesi Utara

Jhonny pun memaparkan, penjual di lokasi wisata, pengemudi taksi, penjual suvenir akan diuntungkan dengan mendapat pendapatan lebih dari biasanya.

Para pengusaha pun, lanjut Jhonny, akan mendapatkan keuntungan dan pasti akan membayar pajak. Hasil dari pajak tersebut untuk kesejahteraan masyarakat seperti membangun jalan dan tempat umum lainnya.

Begitu pun untuk masalah keamanan. Pihak kepolisian, menurut Jhonny, pasti sudah membentuk polisi pariwisata. Hal ini untuk menjamin keamanan agar minat masyarakat berwisata di Manado semakin tinggi.

Libur lebaran tahun 2018 ini sejak tanggal 11-20 Juni. Tentu saja, waktu yang cukup panjang untuk mengunjungi wisata alam, wisata kuliner dan pegunungan dan sebagainya.