Libatkan Swasta, Menhub Kelola Dua Proyek Kereta Api Indonesia

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi jajal langsung Kereta Commuterline jurusan Depok

INFONAWACITA.COM – Dua proyek pembangunan pengelolaan kereta api yang turut melibatkan pihak swasta tengah dilakukan, diantaranya adalah proyek pembangunan Kereta Api Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dan Kereta Api Makassar Pare-Pare.

Hal tersebut menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merupakan format yang baik dan sebaiknya dapat terus diterapkan pada proyek perkeretaapian lainnya.

“Saya berharap pihak swasta bisa masuk dalam skema pengelolaan agar yang mengerjakan pembangunan terkait perkeretaapian tidak hanya pemerintah. Kita juga sudah memberi dua proyek contoh yang tengah berlangsung yaitu, Kereta Api Jabodebek,” jelas Budi.

Dalam proyek tersebut, PT. Kereta Api Indonesia meminjam pada pihak swasta dengan suatu bunga tertentu untuk melakukan investasi dan membayar availability payment. Ini sudah berjalan dan inilah format yang tidak hanya mengandalkan pemerintah saja namun juga swasta.

“Selain itu, pembangunan Kereta Api Makassar Pare-Pare juga telah dilakukan beberapa segmen dan sudah ditentukan pemenang. Saya cukup terkejut karena pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam proyek Kereta Jabodebek dan Kereta Makassar Pare-Pare itu banyak sekali seperti dari Korea, Jepang,” tambahnya.

Skema Integrasi Transportasi

Menhub menjelaskan bahwa salah satu akses okupansi kereta api juga harus didukung dengan adanya integrasi antar moda. Nantinya, akan disusun skema integrasi transportasi agar semakin memudahkan masyarakat.

“Nanti kalau Kereta Jabodebek sudah jadi (rencananya pada akhir tahun 2019), kereta tersebut dari Dukuh Atas bisa mengangkut penumpang dengan berbagai tujuan dan dengan biaya 12 ribu rupiah saja penumpang bisa sampai Cibubur,” paparnya seperti yang dikutip dari Dephub.go.id pada Jumat (11/1/2019).

Lalu, lanjut Budi, Kereta MRT akan segera di operasikan pada Februari sehingga masyarakat dari Lebak Bulus bisa menggunakan ini sampai Dukuh Atas. Dari Dukuh Atas lalu bisa memanfaatkan Kereta Api Bandara bila ingin ke Soekarno Hatta.

Kalau kedua angkutan tersebut bisa tersambung dari Dukuh Atas, Ia yakin bahwa okupansi Kereta Api Bandara diatas 60 persen.