Lewat Pendidikan Vokasi, Pelajar Langsung Sesuaikan Diri dengan Dunia Kerja

Presiden Jokowi saat menyaksikan penandatanganan dalam acara peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri di Kawasan GIIC, Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017). (Foto: setkab.go.id/Deni).
Presiden Jokowi saat menyaksikan penandatanganan dalam acara peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri di Kawasan GIIC, Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017). (Foto: setkab.go.id/Deni).

INFONAWACITA.COM – Pendidikan vokasi menjadi salah satu program yang menjadi fokus Kementerian Perindustrian. Targetnya untuk mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional.

Cara yang diterapkan adalah dengan menerapkan kurikulum agar bisa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Dengan penyesuaian kurikulum, pembelajaran akan menjadi 70 persen program produktif,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Senin (27/11).

Di samping itu, lanjut Airlangga, diterapkan juga sistem link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri. “Kami sudah memulai di awal tahun,” lanjutnya.

Cakupan Wilayah Pelaksanaan Program

Untuk program yang dimulai sejak Februari 2017 ini, Kementerian Perindustrian sudah meluncurkan empat tahap hingga bulan Oktober. Meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan D.I. Yogayakarta, Jawa Barat serta Sumatera bagian utara (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau).

Dari keempat tahap tersebut, Kemenperin telah melibatkan sebanyak 565 industri dan 1.795 SMK.

“Sampai saat ini, kami mampu menghasilkan 254.037 tenaga kerja kompeten yang bersertifikat. Upaya ini bertujuan memenuhi target Bapak Presiden untuk menghasilkan satu juta tenaga kerja kompeten melalui program pendidikan vokasi sampai tahun 2019,” paparnya.

Program pendidikan vokasi akan dilakukan kembali untuk wilayah Sumatera bagian Selatan serta Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4) yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Mereka yang lulus pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi. (ZH/yi)