Lebaran di China Jatuh di Hari Sabtu, Cabang Istimewa NU Ikut Ketetapan Setempat

Ilustrasi shalat ied (Foto: Ayobandung.com)

INFONAWACITA.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) China  mengimbau warga nahdliyin mengikuti organisasi atau asosiasi Islam yang diakui pemerintah setempat dalam menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah.

Diperkirakan, Hari Raya Idul Fitri 1439 H di China jatuh pada Sabtu (16/6/2018). PCI NU juga sudah menyebar surat edaran berisi imbauan tersebut kepada seluruh nahdliyin yang ada di China.

“Surat edaran berisi imbauan tersebut sudah kami sebarkan kepada warga nadhliyin di seluruh wilayah Tiongkok,” ujar Katib Syuriah PCI NU China, Su’udut Tasdiq di Beijing, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (14/6/2018).

Ia mengimbau warga nahdliyin bertanya dan memerhatikan ketentuan yang ditetapkan pengurus organisasi atau asosiasi Islam, baik di tingkat provinsi maupun pusat di China.

“Perbedaan letak geografis berakibat pada perbedaan penentuan penanggalan di setiap wilayah sebagai dasar mengakhiri puasa Ramadhan dan pelaksanaan zakat fitrah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, PCI NU China juga mengimbau kepada seluruh warga nahdliyyin setempat menyegerakan zakat fitrah.

Penetapan 1 Syawal

Sementara itu, Asosiasi Islam China (CIA) memperkirakan 1 Syawal 1439 Hijiriah jatuh pada hari Sabtu (16/6/2018). Meskipun demikian, beberapa Muslim di berbagai daerah di daratan China itu akan mengakhiri puasa Ramadan pada Kamis (14/6/2018).

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa beberapa masjid di Shanghai akan berlebaran pada Jumat (15/6/2018), namun pelaksanaan salat Idul Fitri baru pada Sabtu (16/6/2018) untuk mengikuti ketetapan pemerintah setempat.

Hal yang sama juga dilakukan pengurus Masjid Wuxi, Provinsi Jiangsu. “Kelihatannya semua masjid di China menggelar salat Id secara serentak pada 16 Juni 2018, tapi lebarannya sehari sebelumnya,” tandas Su’ud. (RA/yi)