Lampaui Target Elektrifikasi Listrik, Bukti Kerja Ngebut Jokowi-JK Penuhi Janji di 2019

Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Jarman (kedua kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (tengah) mengecek gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat (24/12). Kunjungan Jonan tersebut untuk mengecek langsung kesiapan PLN terkait kebutuhan listrik saat perayaan Natal dan Tahun Baru. (foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

INFONAWACITA.COM – Hampir 3 tahun Kabinet Kerja Jokowi-JK memerintah Indonesia. Artinya, hanya tersisa 2 tahun lagi Jokowi-JK dapat merealisasikan janji-janjinya. Kerja ngebut Kabinet Kerja pun semakin terasa di pengujung pemerintahan, tidak terkecuali Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Salah satu yang menjadi target Kementerian ESDM dalam memenuhi janji Jokowi-JK ialah perihal elektrifikasi listrik agar menciptakan energi berkeadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Sebelumnya berdasarkan rilis yang diterima Infonawacita.com, pada tahun 2014 ketika Jokowi-JK baru mengemban pemerintahan, elektrifikasi lisrik di Indonesia hanya mencapai 84,35 persen.

Hal ini berarti masih ada sekitar 15.65 persen lagi wilayah di Indonesia yang masih belum teraliri listrik. Kementerian ESDM di bawah Ignasius Jonan pun mengejar ketertinggalan tersebut.

Bersama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Independent Power Producer (IPP) Kementerian ESDM membangun pembangkit-pembangkit tenaga listrik di desa-desa terpencil di Indonesia.

Tidak sia-sia melalui program 35.000 MW kini sudah 2.500 desa yang akhirnya dapat teraliri listrik untuk pertama kalinya selama 72 tahun gelap gulita.

“Terutama wilayah terpencil, jauh, dan perbatasan. Jadi saya selalu ngomong berkali-kali, 2.500 desa lebih yang sudah dipasang lampu pakai solar sistem, dan dibiayai APBN. Masa 72 tahun merdeka ada 2.500 desa lebih yang tidak ada listrik,” kata Ignasius Jonan seperti dikutip dari detik.com pada (2/10).

Elektrifikasi meningkat

Elektrifikasi listrik pun meningkat menjadi 93.08 persen per September 2017. Capaian ini pun diluar target dari 92.75 persen di tahun 2017. Maka dari itu, hal tersebut menunjukan jika kini hanya tersisa 4.27 persen lagi wilayah di Indonesia yang belum teraliri listrik.

Melihat kemajuan yang signifikan dan cepat tersebut, Jonan pun optimis jika elektrifikasi listrik pada 2019 bukan hanya mencapai target yang sudah ditetapkan, namun dapat melampaui tergat yang ditetapkan pemerintahan Jokowi-JK.

“Rasio elektrifikasi sampai saat ini 92,8% memang targetnya 92,75%. 2019 itu 97% targetnya. Ini harus ditingkatkan paling tidak sampai 99%,” kata Jonan seperti dikutip dari detik.com pada Selasa (26/9). (*/DS/yi)