Lagi, Tim Intel Kejaksaan Tangkap Buronan Berstatus Terpidana

Suasana pengamanan terhadap terdakwa Herry (bertas kuning) di Terminal 3 Bandara Soetta, Senin (15/1/2018). (foto: Kejagung)

INFONAWACITA.COM – Tim Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengamankan seorang terdakwa yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin (15/1/2018) sore.

Pria bernama Herry itu adalah seorang terpidana yang telah diputuskan bersalah oleh Mahkamah Agung RI pada 2 Mei 2016 lalu.

Berdasarkan Putusan MA Nomor:66K/Pid/2016 dinyatakan bahwa terdakwa Herry telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp22.390.000.000 (dua puluh dua milyar tiga ratus sembilan puluh juta rupiah).

Vonis MA itu menjatuhkan hukuman terhadap Herry dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan. Namun, terpidana yang bekerja sebagai wiraswasta itu justru berkelit dan tidak menjalani hukumannya.

Selanjutnya terpidana yang ditangkap sekitar pukul 14.50 WIB itu dibawa ke Rumah Tahanan Kejagung untuk diserahkan ke Kejati Sulsel dan menjalani hukumannya di Makasaar.

Program Tabur 31.1

Pengejaran dan penangkapan terhadap para buronan itu merupakan bagian dari program tabur 31.1 yang dilaksanakan Kejagung. Tabur 31.1 adalah program tangkap buronan 31 Kejati dengan masing-masing minimal satu.

“Program tabur 31.1 merupakan rekomendasi raker Kejaksaan tahun 2017 agar setiap Kejati segera mengeksekusi hukuman badan para terpidana dari perkara pidana dengan bantuan monitoring centre Kejaksaan minimal satu pada setiap bulannya,” demikian menurut Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Dr. Jan S. Maringka kepada Infonawacita.com. (*)