KY Siap Bantu MA Dalam Proses Pendidikan Calon Hakim

foto: tirto.co.id

INFONAWACITA.COM – Komisi Yudisial (KY) menyatakan pihaknya siap membantu Mahkamah Agung (MA) dalam proses pendidikan calon hakim untuk membentuk hakim hingga siap menjalankan profesinya.

“Berkaitan dengan MA sudah mengumumkan 1.607 calon hakim lulus seleksi, jika saatnya MA akan melibatkan KY dalam proses pembentukan hakim, pihak kami menyambut baik rencana tersebut,” ujar Juru Bicara KY Farid Wajdi di Jakarta, Senin.

Farid mengatakan berdasarkan pengalaman periode sebelumnya, maka jika dilibatkan dalam proses pendidikan calon hakim, KY sepenuhnya akan fokus pada rekam jejak dan perilaku para calon hakim peserta didik.

“Perilaku menyimpang seperti curang, plagiat, joki, nepotisme, kolusi, dan sejenisnya, tidak akan ditolerir serta akan sekeras mungkin ditindak,” tegas Farid.

Selain itu transparansi dalam pengelolaan pendidikan calon hakim juga menjadi perhatian KY.

Menurutnya dalam proses ini, perlakukan dan keistimewaan harus diberikan secara objektif, bukan karena adanya kedekatan antara pihak penyelenggara atau panitia dengan calon hakim peserta didik.

Lebih lanjut Farid mengatakan terlibatnya KY dalam proses pembentukan hakim ini nantinya sejalan dengan pemikiran yang terdapat dalam RUU Jabatan Hakim yang menyebutkan bahwa manajemen hakim harus bersifat transparan dan partisipatif.

“Dan kami meyakini konsep tersebut mulai dipahami dan diterima oleh MA, bahwa yang dimaksud bukanlah mengambil kewenangan tetapi memikul beban bersama,” ujar Farid.

Calon Hakim MA

Pada Jumat (3/11) malam, MA melalui Sekretaris MA Achmad Setyo Pudjoharsoyo mengumumkan bahwa Panitia Seleksi Nasional Calon Hakim telah meluluskan 1.607 peserta seleksi calon hakim di lingkungan MA.

Dari 1.874 peserta yang tersaring, Pudjo mengungkapkan 77 diantaranya tidak dapat dinyatakan lulus karena beberapa hal seperti peserta yang masih berstatus PNS, kemudian peserta calon hakim untuk pengadilan agama yang tidak dapat membaca kitab, serta sejumlah peserta yang tidak mengikuti sebagian seleksi kompetisi bidang atau SKB.

Peserta yang lolos seleksi harus melakukan registrasi ulang dan mengikuti pendidikan prajabatan selama enam bulan sebelum ditetapkan sebagai calon hakim.

Usai pendidikan prajabatan tersebut, para calon hakim akan mengikuti pendidikan calon hakim kurang lebih sekitar dua tahun. (ANT/HG)