Kunjungi Korban Tsunami, Menteri LKH Tawarkan Program Kemitraan Konservasi dan Perhutanan Sosial

INFONAWACITA.COM – Menterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH), Siti Nurbaya, didampingi oleh Ketua Komisi DPR RI, Edhi Prabowo, meninjau dan beridalog dengan masyarakat korban tsunami di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (11/1/2019). Daerah tersebut merupakan daerah penyangga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) ikut terkena dampak tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember lalu.

Sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat jangka panjang, Menteri Siti menawarkan program kemitraan konservasi dan perhutanan sosial mengingat sebagian mereka tinggal di desa penyangga TNUK.

“Nanti akan dilihat master plan dan manajemen plan-nya, yang sudah harus dimasukkan di dalamnya Perhutanan Sosial dan kemitraan konservasi”, tutur Menteri LKH, seperti yang dilansir dari menlkh.go.id.

Ia juga meminta Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno dan Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat yang turut hadir dalam acara tersebut, untuk merancang bisnis kemitraan antara masyarakat dan pengelola konservasi dengan membangun jasa wisata alam dan jasa tata air.

Untuk kelembagaannya, Menteri LKH menyarankan agar dibentuk kelompok masyarakat dan usaha bidang jasa. “Masyarakat butuh kerja dan penghasilan”, sambungnya.

Pemberdayaan Masyarakat Ujung Kulon

Di TNUK saat ini sudah terbentuk 7 kelompok tani konservasi, 2 kelompok sadar wisata, 2 kelompok masyarakat pesisir, dan 4 kelompok masyarakat tani madu hutan Ujung Kulon.

“Saya berharap daerah yang indah ini dapat dikelola menjadi tujuan wisata seperti Bali dan Jogja”, tutur Siti Nurbaya.

Selain itu, Edhi Prabowo meminta Bupati Pandeglang untuk segera mendata kerusakan akibat bencana dari sektor pertanian, kelautan dan perikanan, yang menjadi bidang kerja Komisi IV. “Kita semua tidak ingin masyarakat berlama-lama larut dalam bencana, mari kita segera bersama-sama bangkit”, pungkas Edhi.

Turut serta dalam kunjungan ini Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, MR. Karliansyah dan Direktur Regional UN Environment untuk Wilayah Asia Pasifik, Dechen Tsering, serta Disaster and Conflicts Regional Coordinator UN Environment, Lisa Guppy.