Kuasa Hukum Yakin Barang Bukti Jaksa Untungkan Posisi Ahok

foto: DS

INFONAWACITA.COM– Salah satu kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Humphrey Djemat optimis jika agenda pemeriksaan kali ini akan dapat membuat majelis hakim mengetahui bahwa tidak ada niat dan maksud penodaan agama dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Karena kata Humphrey pada pemeriksaan tadi telah di putar beberapa video yang diputar secara utuh terkait pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

“Tidak ada sama sekali  maksud dia menodakan agama, dia kan hanya bicara program, bahkan tidak ada satupun warga yang mempersoalkan pidato dia,” kata Humphrey di Jakarta, Selasa (4/4).

Baca juga: ( Sidang ke-17 Ahok Diisi Nonton Video Bersama )

Selain itu kata Humphrey dalam video tersebut dapat dilihat bahwa di awal Ahok sempat salah memanggil Lurah dengan sebutan Kepala Desa. Hal tersebut kata Humphrey menunjukan Ahok mengingat tempat dan suasana Pulau Seribu saat itu seperti daerah Bangka Belitung.

“Kita juga tadi lihat Ahok itu salah ucap di awal sebelum berpidato, dia panggil Lurahnya dengan sebutan Kades, padahal harusnya lurah, kenapa? Ya karena dia sempat anggap itu Bangka Belitung, apalagi dalam pidatonya dia juga mengatakan ini suasannya sama nih kaya di Bangka Belitung artinya apa dia? saat itu dia sedang mengingat kejadian di Bangka Belitung,” kata Humphrey menjelaskan.

Maka kata Humphrey tidak heran jika Ahok menyebut Al Maidah dalam pidatonya. Karena Ahok pernah menjadi korban kampanye hitam ketika mencalonkan Gubenur di Provinsi Bangka Belitung.

“Maka tidak heran tercetuslah kata kata Al Maidah dalam pidatonya, dimana kita tahu dulu ketika kampanye Pilgub Babel Ahok sempat alami black campaign memakai surat Al Maidah,” kata Humphrey.

Atas hal ini kata Humphrey, kuasa hukum akan menunjukan video pidato Gusdur ketika memberikan penjelasan terkait Al Maidah di Bangka Belitung. Hal itu kata Humphrey agar majelis hakim dapat menarik benang merah dari tersebutnya Al Maidah dalam pidato Ahok.

Baca juga: ( Gus Dur Turun Tangan Untuk Redam Isu SARA di Pilkada Bangka Belitung Tahun 2007 )

“Nantinya kuasa hukum akan tunjukan barang bukti berupa video pidato Gusdur ketika kampanye Ahok menjadi Cagub Bangka Belitung, itu yang penting, kenapa karena kita tahu maksud pidato Gusdur tersebut untuk jelaskan pada masyarakat untuk tidak khawatir dengan Surat Al Maidah yang masif saat itu, nah itu bisa menjadi pertimbangan Majelis Hakim jika memang tidak ada niat dari Ahok menistakan agama islam,” kata Humphrey. (DS/HG)