Kritik Pemerintah, Fahri Hamzah Ketahuan Warganet Pakai Data Usang

Upacara peringatan Kemerdekaan Kemerdekaan Republik Indonesia di tambang Freeport, Papua. (foto: geotimes.co.id)
Upacara peringatan Kemerdekaan Kemerdekaan Republik Indonesia di tambang Freeport, Papua. (foto: geotimes.co.id)

INFONAWACITA.COM – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tertangkap basah oleh warganet menyisipkan berita usang saat ia meluncurkan kritik kepada pemerintah soal divestasi 51 persen PT. Freeport Indonesia. Cuitan tersebut kini sudah dihapus oleh mantan politisi dari PKS itu.

“Saking pengennya mendiskreditkan kerja pemerintah, anggota dewan ini unggah berita tahun 2017 utk membantah berita saat ini. Twit ini kemudian dihapus … Ini bukti bahwa kecepatan ngetwitnya melebihi kecepatan mikirnya,” cuit salah satu penggiat media sosial @MurtadhaOne seperti dikutip pada Minggu (15/7/2018).

Cuitan Fahri Hamzah itu juga sudah menjadi tangkapan gambar (screenshoot-red) oleh warganet. Tampak dalam tangkapan gambar itu, akun bercentang biru milik @Fahrihamzah yang menyisipkan berita milik CNN Indonesia tersebut. Pada judul berita tertulis ‘Freeport Bantah Telah Sepakati Divestasi 51 Persen’. Fahri Hamzah pun menuding jika pemerintah sudah menipu. “#RezimPenipuRakyat” cuitnya.

Ternyata, saat diselidiki oleh warganet, berita tersebut merupakan berita bertahun 2017. Tepatnya pada 22 Agustus tahun lalu. “Padahal berita itu adalah berita basi,” cuit @MurtadhaOne sambil menyisipkan emotikon tertawa.

Seperti diketahui negosiasi dengan Freeport memang tidak sebentar. Sejak awal tahun 2017, pemerintah lintas Kementerian berjuang untuk bisa menetapkan syarat-syarat tertentu kepada Freeport jika mau memperpanjang kontrak pertambangan mereka di Indonesia. Salah satunya soal divestasi 51 persen yang awalnya sangat ditentang oleh Freeport.

Akhirnya, tepat pada 12 Juli 2018, Freeport menyetujui penyerahan 40,64 persen sahamnya kepada perusahaan BUMN Inalum melalui skema divestasi. Dengan begitu, total saham kepemilikan Indonesia atas Freeport bertambah menjadi 51 persen.

Belakangan, pasca divestasi 51 persen yang telah disepakati Freeport pada Kamis lalu, Fahri Hamzah mengkritik pemerintah. Ia menuding jika pemerintah telah berbohong kepada masyarakat Indonesia. (DS/zh)