KPK: Setnov Bisa Berikan Contoh yang Baik Jika Kooperatif

Setya Novanto (foto: Bisnis Indonesia)

INFONAWACITA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dapat kooperatif saat dipanggil kembali oleh KPK dalam penyidikan kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el).

Seperti diketahui Setnov kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus mega korupsi KTP-el setelah sebelumnya lolos karena proses praperadilan. Rencananya KPK akan kembali memanggil Setnov pada Senin (13/11) besok. Juru bicara KPK Febri Diansyah pun berharap, Setnov dapat hadir dalam penyidikan.

Terlebih, kata Febri, kehadiran Setnov, dapat memberikan contoh yang baik untuk anggota DPR RI yang lain karena posisi Setnov yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

“Kami harap yang bersangkutan bisa memberikan contoh yang baik sebagai salah satu pimpinan institusi negara untuk dapat hadir dan kooperatif dengan proses hukum,” kata Febry seperti dikutip dari Republika.co.id pada Minggu (12/11).

Surat Pemanggilan Sudah Diberikan

Kata Febry, pemanggilan ini sudah dilayangkan kepada Setnov. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk mendalami peran Direktur PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharja (ASS) dalam kasus KTP-el. Hal ini setelah KPK melakukan penahanan terhadap Anang beberapa hari lalu.

Diketahui KPK beberapa kali memanggil Setnov, namun yang bersangkutan selalu mangkir dari panggilan. Bahkan hingga penetapan tersangka kembali Setnov pada Jumat (10/11) lalu yang disebutkan bahwa pada saat dimulainya penyelidikan pada 5 Oktober, KPK menyampaikan permintaan keterangan Setnov pada 13 dan 18 Oktober, namun Novanto tidak juga hadir karena alasan menemui konstituen saat masa reses DPR.

Begitu pun ketua umum partai berlambang beringin itu juga kembali mangkir dari panggilan  penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya, pada Senin (6/11) sebagai saksi korupsi proyek pengadaan KTP-el untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo (ASS) Direktur Quadra Solution.

KPK justru menerima surat dari Setjen dan Badan Keahlian DPR RI terkait alasan ketidakhadiran Setnov berisi 5 poin yang pada pokoknya menyatakan Setya Novanto tidak dapat memenuhi panggilan KPK sebagai saksi. (DS/yi)