Koordinasi Antarinstansi Arus Mudik Natal Berjalan Baik, Ini Kata Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (foto: setkab.go.id)

INFONAWACITA.COM – Koordinasi antarinstansi untuk mengatur arus mudik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berjalan baik, demikian penilaian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hasilnya, menurut Menhub, tidak ada kemacetan yang luar biasa.

“Memang masih ada terjadi kemacetan, tapi berkat ada koordinasi antara Kakorlantas Polri, Jasa Marga, dan Dinas Perhubungan maka penyelenggaraan mudik Natal tahun ini berjalan baik,” kata Menhub Budi Karya kepada pers di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (24/12).

Mengutip Antara, hal itu disampaikan usai dirinya memantau arus mudik Natal dan Tahun Baru di Brebes, Pemalang, dan Cikarang.

Pemerintah ingin lebih baik

Dikatakan, pemerintah memang terus berupaya pelaksanaan mudik Natal 2017 jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, antara lain dengan terus meningkatkan koordinasi antarinstansi serta membangun jalan tol.

Jumlah kendaraan yang mudik tahun ini, katanya, ada kenaikan sekitar 58 persen dari tahun ke tahun.

“Adanya kenaikan ini dimungkinkan karena adanya pembangunan jalan tol sehingga banyak masyarakat yang menggunakan mobil untuk mudik,” katanya.

Untuk memperlancar arus balik, Menhub mengatakan, pemerintah akan merekomendasi melarang kendaraan berat tidak beroperasi pada 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Menhub juga mengimbau pemudik sebaiknya agar pulang ke Jakarta sebelum tanggal 1 Januari 2018 agar tidak terjadi kemacetan di jalan.

Puncak arus balik

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan puncak arus balik libur Natal yang diproyeksi akan terjadi pada H+1 atau tanggal 26 Desember 2017. Arus lalu lintas di gerbang tol (GT) Cikarang Utama yang menjadi akses keluar-masuk Jakarta, diprediksi akan meningkat sebanyak 90.520 kendaraan atau naik 27,49 persen dari normal 71.000 kendaraan.

Jika dibandingkan tahun 2016, maka peningkatan volume lalin saat puncak arus balik Natal tahun ini naik 0,18 persen.

Sedangkan untuk puncak arus mudik Tahun Baru 2018 yang diproyeksikan akan terjadi pada H-3 yaitu tanggal 29 Desember 2017, peningkatan kendaraan pun akan terjadi di GT Cikarang Utama. Diprediksi, volume lalu akan meningkat 22,4 persen atau sebanyak 95.500 kendaraan dari arus lalu lintas normal 78.000 kendaraan.

Meningkatnya volume kendaraan pada puncak mudik libur Tahun Baru 2018 pun diprediksi tidak hanya terjadi di GT Cikarang Utama.

Peningkatan volume di gebang tol

Sejumlah gerbang tol pun diperkirakan akan mengalami peningkatan volume lalu lintas, di antaranya adalah GT Cileunyi-Jalan Tol Purbaleunyi yang mengalami kenaikan sebesar 13 persen dari normal menjadi sebesar 31.919 kendaraan, GT Ciawi- Jalan Tol Jagorawi diprediksi meningkat sebesar 55 persen dari normal menjadi sebesar 34.417 kendaraan.

GT Cengkareng- Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng diprediksi meningkat sebesar 5,8 persen dari normal menjadi 95.557 kendaraan. (*)